Monday, 22 June 2015

MIAFORGINAL : The Ramadhan of The Riset (episode 6)

Orang Biasa vs Orang Populer
Sering kali Indonesia di kejutkan dengan sesuatu yang tak biasa dari keaktivitas manusia yang selalu alami saat itu. Namun rupanya banyak yang memilih mana yang sukses dan mana yang nggak? Itu semua hanya jawaban dengan sendiri. Menurut gue sendiri saya tidak suka kalo uang itu hanya di pakai dengan sia-sia. Coba aja pelajaran ekonomi bab manajemen, kalo manusia di manfaatkan dengan uang maka engkau menghemat apa yang kau lakukan terhadap keinginan sendiri. Lain hal dengan orang popular, sudah pertama kali memancing perhatian di televisi, layak engkau artis bintang yang selalu terkenal. Banyak banget harta yang harga lebih mahal membuat masyarakat melakukan nafkah demi uang dari pada berfoya-foya. Orang biasa dengan orang popular menjadikan prinsip sejarah sejak Indonesia merdeka saat ini. Dulu kan orang yang belum mengenal teknologi. Oleh karena itu warga di manfaatkan dengan cara tersendiri sejak dulu yang ia mengenang sepanjang masa.
            Sedangkan orang yang menjadi trendi ini di kenal pada zaman romawi kuno. Coba bayangkan alat-alat hasil kebudayaan romawi ini di kembangkan menjadi zaman sekarang. Tak karuan manusia tidak melakukan ritual khusus bagi zaman yang tak di ketahui itu. Hanya sekecil pun yang menentukan alat modern menjadi bahan debat para politik itu. Kalo gue sebenarnya orang yang memakai perhiasan yang berlebihan di sebabkan oleh melanggar etika setempat. Dan justru membawa kesialan bagi siapa yang engkau dosa.
            Orang biasa dan orang popular ini menjadikan kebudayaan kebiasaan terhadap masyarakat. Kadang-kadang di zaman sekarang ini marak di minati oleh wadah kehidupan. Waktu periksa pada akhir waktu nanti akan menanyakan amalan yang engkau terima selama engkau hidup di dunia, dan lebih parah lagi ia tidak bisa berkomunikasi dengan orang yang hidup di dunia selama-lamanya. Mari kita jelaskan perbedaan pada orang biasa dengan orang popular versi gue sendiri.
Orang biasa ini merupakan suatu orang yang dimana kita memahami dengan interaksi di dunia luar. Biasanya manusia yang lahir menjadi bayi butuh belajar berkehidupan pada masa mengenal dunia sekitar. Sering pula orang biasa ini akan memerlukan tenaga dan ekstra ketat untuk mendapatkan penghasilan. Orang biasa berbagai macam-macam dari aspek kehidupannya.
Yang pertama orang biasa terhadap kebudayaan adat. Seolah-olah kota yang dulu ada kisah rakyat ini menjadi bahan kebiasaan pada masyarakat sekitar. Ia percaya bahwa pada zaman adat yang pernah kau alami sering membawakan makhluk astral yang tak kasat mata. Begitu ia melakukan ritual tersebut para warga juga menghargai ritual yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian serta menjaga kota lestari tersebut. Menurut gue orang yang menjadi saksi adat ini membawa peraturan yang sesuai dengan syariat kisah terhadap tuhan yang maha esa. Orang biasa dengan mengunakan adat dan calon tinggal dengan kebiasaan adat tersebut akan menentukan bagaimana sih orang yang mampu bekerja sesuai dengan keinginan manusia. So tak hanya mengadakan ritual saja. Namun juga memercayai bahwa tradisi ini menjadi masa mengenang raja dan berbagai tokoh yang ia pernah mempelajari ilmu adat di seluruh Indonesia.
            Yang kedua orang biasa terhadap keagamaan. Tak semudah orang biasa pada bidang agama juga sebagai kepercayaan kepada tuhan yang maha esa. Seiring dengan keagamaan banyak orang melakukan tradisi sesuai dengan ajuran para nabi SAW serta meminta doa kepada tuhan lewat langit dan bumi. Tujuannya doa dalam langit dan bumi untuk memperlihatkan bagaimana hasil impian yang engkau di sana. Tempat tersebut itu menurut kerpeercyaan masayrakat dalam kebiasaan sejak pada zaman keislaman si seluaruh nusantara. Tahap demi bertahap semua yang pimpinan tokoh ia sudah meninggak maka engkau akan menghormati adat islam sesuai dengan keinginan dan kepercayaan tergantung dari kitab yang di turunkan kepada tuhan yang maha esa. Maka dari itu ada yang membedakan agama dengan kebiasaan adat. Cakapan dengan tuhan juga menjadi golongan-golongan yang bisa kau menjadikan factor dan kebudayaan agama tapi beda maksud dan tujuan. Berikut kebiasaan yang menurut agama mereka.
            Yang pertama Kebiasaan pada agama islam. Tak hanya orang yang menjadi ketentuan masyarakat namun juga memercayai kepada allah swt. Orang muslimin pasti rela melakukan kerja demi mencukupi nafkah kita. Sedangkan orang muslimah melakukan kebiasaan di rumah entah wanita kodrat (orang yang tidak boleh keluar rumah) maupun wanita mempunyai cita-cita selalu ke dalam kemampuan dari manfaat doa yang di panjatkan oleh allah swt. Sehingga doa ini menjadi para mujarab sekaligus menghilangkan penyakit dengan obat yang sering engkau lakukan ketika hendak ia sholat. Sholat itu tiang agama, tak hanya tiang agama namun juga menyembuhkan segala macam penyakit. Baik medis maupun non medis.
            Yang ke dua Kebiasaan pada agama Kristen dan Katolik. Selain kebiasaan pada agama islam, ada juga kebiasaan yang di lakukan oleh gereja setempat. Memang gereja ini sebagai tempat ibadah bagi umat protestan dan katolik pada tiap hari minggu (yang ada menetapkan hari merah tersebut) bukan setiap hari. Kebiasaan ini mulanya berasal dari Isa Al-Masih (Yesus Kristus). Isa ini mati sejak membunuh para romawi, dan kaum orang yang memercayainya tersebut tidak sengaja seperti orang yang di beritakan bawakan oleh kematiaan isa itu dan ia di salibkan di atas langit yang sangat murka, di temani dengan paku yang menginjak seluruh tubuh yang bergerak (tangan dan kaki) kalo bagian kemaluan di tutupi dengan kain biar nggak telanjang. Para kaum protestan tetap berdoa kepada tuhan semoga Isa ini membawa kedamaian dan juga menjaga kelestarian manusia di alam semesta. Nama tuhan Isa Al-masih, Amin’ itu ucap seseorang yang sengaja menyembah kepada Isa. Lain hal dengan kepercayaan katolik. Ya Bunda Maria merupakan istri dari Isa Al-masih. Pada zaman Isa itu bunda ia memanfaatkan dengan jengukan dengan Isa. Ia tahu keberadaan mati di dalam salib menjadi suatu saksi tuhan. Dan para bunda maria tak punya pilihan maka Maria akan mendoa kepada isa semoga ia bangkit dari siksa salib yang sudah mati beberapa waktu yang kita lakukan. Justru gue kitab ini menjadikan satu perjanjian itu. Oh ya kitab Injil ini mempelajari kisah lahir isa hingga Isa meninggal di padang salib, kitab ini tebal banget cuman orang yang ahli memecahkan sejarah dalam perjanjian lama maupun baru.
            Namun di balik ibadah pada protestan dan katolik ini berbeda dengan ajaran. Katanya teman SMP yang agama Kristen ‘ibadah agama Kristen dan katolik ini beda dengan ajarannya, namun kitabnya agak sama dan doanya juga sesuai dengan pendeta dan room di gereja tersebut.’ Ia meneliti bahwa tiap warga yang ingin berdoa sesuai dengan syariat Isa dan bunda maria, tetapi tergantung waktu ibadah di gereja. Kecuali ada hari besar bagi umat non muslim. Sehingga ia bertujuan untuk memercayai ada kebersamaan dan berbagi dalam mencapai toleransi.
Yang ketiga kebiasaan pada agama non islam dan Kristen. Di luar dugaan agama lain dan tempat ibadah yang kita cintai ini sebenarnya menurut tuhan mereka. Bukan cuman murtad atau ganti agama. Kita juga membiasakan maksud dan tujuan memohon ampun kepada tuhan mereka dengan doa. Dari doa ini membuat orang yang lebih tenang di bandingkan dengan keyakinan mereka. Agama lainnya ini mula dari sejarah mengenal kehidupan hindu budha dan mengenal peradaban kuno di dunia. Gue meneliti bahwa sebagai nilai agama yang tinggi kita harus menjaga warisan pada tuhan yang maha agung agar bisa membawa kesuburan dan keberkahan selalu menemani hingga akhir waktu. Tatkala juga waktu ibadah tergantung dari kepercayaan mereka. Karena memang di bedakan menjadi tiap hari tertentu dari jam. Tak lupa hari minggu kan sebagai minggu ibadah selain islam.
            Orang biasa yang ke tiga yaitu orang biasa menurut pekerjaan dan penhidupan yang layak bagi manusia. Orang yang melakukan pekerjaan mulai pagi sampai sore akan mendapatkan rejeki dari tuhan, agar penghasilan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Seperti bidang tertentu akan membangun strategi yang mencapai tinggi di bidang ekonomi masyarakat dan sekaligus menjadi para saingan yang ingin menguasai barang-barang yang berasal dari luar dan dalam negeri. Setidaknya kau membatasi uang seperti emas yang engkau hisab. Dan di lihat dari biaya proposal hidupnya, dan yang paling penting ia membuat skala prioritas untuk melakukan penghitungan uang yang dapat di hasilkan (mungkin orang HRD-an). Sedangkan pada non HRD ini ada sebagaian besar tinggal di kampong mereka masing-masing. Ia bekerja sambil memandang trik matahari membuat para pekerjaan ini semangat pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. Namun hasilnya lebih bangga dengan uang penghasilan tersebut. Namun inti gue adalah maksimalkan uang itu sebelum jatuh tempo, kalau ia melewati jatuh tempo maka orang ini akan membawakan masalah yang ia hadapi.
            Orang biasa yang ke empat yaitu orang biasa meluangkan maksud dan tujuan dengan komunitas atau organisasi setempat. Mungkin organisasi ini menjadikan momentum dalam sejarah. Namun biasanya orang yang sering ikut dalam organisasi ini juga menjadikan sarana dan prasarana untuk membangun karakter ia di raih. Dan juga serta mengabungkan tali persaudaraan dari satu dan yang lainnya. Orang yang ingin ikut dengan organisasi tertentu kita mematuhi syarat dan berlaku, terus menentukan visi dan misi, lalu mempunyai maksud dan tujuan yang di capai, dan setelah mendaftar biasanya ia bergabung pada waktu yang sama.
            Orang biasa yang ke enam yaitu orang biasa yang mendalami ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu ini hokumnya wajib bagi seluruh umat muslimin dan muslimat (menurut hadist). Ilmu ini di lakukan mulai dari lahir sampai ke akhir waktu. Ilmu tak ada batas. Semua ilmu yang berikan menjadi ilmu yang bermanfaat dan sekaligus bisa menyampaikan ilmu kepada orang lain. Kita harus berani berangkat dari rumah hingga ke tempat ilmu yang berikan hingga sore hari. Semuanya seru banget tapi jangan sampai salah pilih. Jika ada ilmu hitam maka ia akan menyebabkan resiko dan membawa rahasia kematian secara langsung. Agar ingin mencapai derajat ilmu. Syaratnya kita menonton kajian dan seminar di media baik tv maupun media lainnya. Sehingga bisa kemungkinan untuk menerima jalan menuju jalan kebenaran yang engkau pantas menjadi orang yang bertaqwa. Tak hanya ilmu saja, tapi ada orang yang menunjukkan keterampilan dan ketekunan dalam menghasilkan karya milik bangsa. Selain itu kita juga mengambil cita-cita yang engkau impikan akan menjadi metode jurusan masing-masing saat kuliah maupun kerja. Gue di sarankan ambil saja jurusan sesuai kau yang suka.
            Orang biasa yang ke tujuh yaitu orang biasa yang berdasarkan kejelekan terhadap kehidupan. Kejelekan ini menjadi factor kemalasan bagi manusia. Sering kali di kota tersebut banyak kejadian yang sengaja maupun tidak sengaja. Di berita ini ada salah satu terjadi di sekitar lingkungan anda. Anda bayangkan orang Israel yang membunuh agama islam mencapai ratusan ribu orang. Padahal Israel ini menjadi kota kesengsaraan dengan maksud untuk merebut kekuasaan. Kalo gue sekiranya kasihan banget penderitaan yang sering alami ini menganggap orang hina dalam menghancurkan suasana hidupnya. Yang paling menyeselin itu ketika malam hari di manfaatkan dalam kegiatan yang begitu jelek. Preman ini menyebarkan kebiasaan itu mulai pergaulan bebas, sering merokok, kata-kata yang kurang bermanfaat dan paling parah adalah orang yang bernilai dosa yang tinggi. Di akhirat juga nanti akan membalas dendam kepada orang yang azab dengan begitu pedih kayak matanya di kucek-kucek dan penderitaan itu.
            Orang biasa yang terakhir yaitu orang biasa dalam terjun dalam bidang politik. Biasanya bukan orang popular dan sebagainya. Sebagai jiwa yang politik kita di upaya sesuai dengan peraturan yang kita lakukan di tempat ia bekerja dan biasanya menjadi para penjabat dan sebagainya. Orang biasa di bidang politik jarang narsis di media massa. Namun ia memanfaatkan dengan problematika kota dan bagaimana mengancam krisis Negara yang saat ini mengalami masalah yang ia hadapi. Satu persatu akan menjelaskan semua yang akan lakukan. Di akhir waktu ada seseorang yang tidak bisa melanjutkan tugas Negara. Apalagi banyak maka di selesaikan secara kebersamaan saat berada pada padang keadilan dalam kubur.
Orang biasa yang lainnya juga termasuk salah satu kemudahan yang bisa anda ambil. Intisari ini akan membawakan masa-masa biasa yang sering kita lakukan untuk mencapai aspek kekeluargaan dan sekaligus dengan keagungan yang masa kita milik kita bersama. Dan juga maksud dan tujuan akan mempertahankan hidupnya demi kewujudan Negara yang ingin menjadi orang biasa menjadi luar biasa. Bagus banget juga ya. Sedangkan yang kita di bicarkan oleh banyak orang adalah orang popular. Jarang sekali ada orang yang popular yang ingin trend di depan orang membuat para fans menjadi situasinya berubah. Ada yang kagum, gila, menggiurkan, membuat yel-yel dan ucapan lainnya yang bisa di bilang menjijikan banget. Orang popular ini berdasarkan pada media, orang yang ingin tampil mempesona dan jika ingin membahara di depan orang maka ia makin membaur dengan situasi yang sekiranya akan menjadi bahan konflik di masyarakat. Dan macam-macam orang yang popular berdasarkan kehidupan dan maksud tujuan seperti apa. Mari kita jelaskan bersama-sama!
Yang pertama Orang yang popular berdasarkan seseorang yang ingin menjadi artis atau terkenal. Prinsipnya bagi artis pemula ini cara yang di lakukan dengan cara tersendiri dengan sesuai dengan petunjuk ia lakukan, lalu begitu ia menyebarkan di social media akhirnya banyak sekian melihat video yang jumlah like nya banyak, dan pengunaannya semakin banyak. Menurut gue ‘boleh sih menjadi popular asal jangan berlebihan. Kalo jadi artis yang berlebihan maka akibatnya di protes kecil maupun besar’ jadi pada dasarkan tunjukkan kemampuan yang ingin menjadikan popular dan jangan engkau jadi miskin. Jadi miskin ini akan tidak akan jadi terkenal dan kehilangan semua apa yang engkau lakukan.
Yang kedua Orang yang popular yang mengungkapkan lisan baik dalam kehidupan maupun yang isu-isu nggak jelas. Orang yang popular dengan mengucapkan lisan terhadap media tentu bisa merekam pengetahuan pada masyarakat. Dan kadang kali juga orang yang ingin menjadi pembicara dalam seminar dan sebagainya juga bisa tapi asal membawakan materi yang ia berikan. Yah tak menyangka lisan yang kau bicarakan ini akan menjadi sesuatu menjadi bahan pokok pembahasan di media. Dan jika ada isu-isu nggak jelas sehingga di sebabkan ada konflik keluarga artis dan lainnya akan di tangkap oleh lembaga tersebut namun sesuai dengan lisan yang kita ucapkan berdasarkan studi kasus. Dan agar lisan lebih tenang caranya jangan bicarakan ke media atau bisa berbagi obrolan dengan kampong sebelah jika ia jarang artis-an.
Yang ketiga Orang yang popular yang memperhatikan nilai harta. Banyak harta yang di koleksikan. Seandainya harga ia engkau belikan akan lebih mahal di bandingkan dengan harga normal namun permintaan lebih banyak sih. Pengunaan barang yang mewah ini di gunakan ketika ada acara di media. Dan seolah-olah gue sih barang yang ia gunakan kebanyakan artis yang tidak berkerudung, sungguh sadis banget kalo melihat wanita seksional yang menampilkan kecantikan (jangan di lihat nanti malah berbicara baur mesum belaka ihihih…….) dan intinya barang ini tetap di jaga. Dan lebih parah jika ada masalah keuangan maka ia akan menhanguskan uang dan harta ia kenakan di ambil oleh orang biasa. Jadi di jaga barang lain kali menjadi koleksi anda. Dan apabila ia meninggal maka harta akan di lelang atau di sumbangkan kepada orang yang kurang mampu.
Yang Ke empat Orang yang popular karena busana dan gaya yang ia kenakan. Ia selalu banyak baju, celana, sandal dan sepatu yang selalu ia mengenakan ketika ia keluar dari rumah atau janjian. Tujuannya untuk menutup seluruh tubuh kecuali wajah. Di upayakan tampilan baju dan ceritakan koleksi yang ia kenakan dan lebih ampun ketika ia bicarakan harga dan tempat. (jangan di tiru) mungkin intinya jaga penampilan dan gaya yang selalu ia gunakan. inti gue kita harus menjaga koleksi anda agar tidak kotor dan lungset. Kalo tidak di pakai ya di sumbangkan kepada orang yang kurang beruntung. Dengan tujuan menambah eksistensi dalam penampilan tersebut.
Yang ke lima Orang yang popular peduli dengan kegiatan social. Hal semacam ini artis pun sengaja mengadakan kegiatan social yang tujuan untuk mencapai nilai iman dan mencintai yatim piatu. Kalo di sinetron-sinetron itu bangkal sulit banget sedangkan kalo ada di luar sinetron baru ia ikhlas dalam mengadakan acara yang sengaja mengundang yatim piatu. Agama akan di nilai jika popular akan menjadi orang yang beriman dan bertaqwa. Dan tatkala pula menjaga soldaritas kepedulian terhadap kemanusiaan berdasarkan pancasila.
Yang terakhir Orang yang popular selalu interaksi dengan orang biasa. Yang belum pernah ia mandang ketika artis berinteraksi dengan orang biasa. Artis akan menyampaikan inspirasi dan motivasi melalui kalimat ia sendiri berdasarkan pengalaman pribadi artis. Dan jangan lupa sering sosialisasi dengan artis ke orang biasa supaya lebih akrab bukan dengan pergaulan biasa-biasa saja. Intinya gue adalah kita selalu menjaga interaksi dengan artis yang maksud untuk melindungi dari kejadian yang kita alami.
Itulah perbedaan orang biasa dengan orang popular. Jadi kesimpulan yang kita bahas hari ini bahwa di lihat dulu kebiasaan antara orang biasa yang kau lakukan dengan orang popular. Ada ketentuan yang harus di jaga.
1.      Menjaga lisan.
2.      Melindungi kesejahteraan social
3.      Menjaga eksistensi dengan kemampuan seseorang
4.      Selalu kerja keras tanpa lembur
5.      Tekadkan impian yang kita raih.
6.      Jangan menjadi sia-sia.
Orang biasa dan Populer boleh saja asal kita memperhatikan sikap dan perbuatan mereka agar tidak salah faham. Dan kalo ingin meneliti orang maka kita di nilai kebiasaan manusia tersebut. Itulah gue tulis perbedaan orang biasa dan orang popular dengan riset itu sendiri. Semoga bisa mendapatkan pelajaran hari ini menjadikan kekuatan yang engkau lakukan. Tumbuhkan kebiasaan penting itu mulai sekarang. Dan jangan bermalas-malas tetap berusaha dan berdoa. Yang terpenting boleh saja asal gambarkan tokoh yang ia idolakan. Ya atau nggak hanya langit dan bumi yang menciptakan suasananya yang lebih baik.




-M Ivan Aulia Rokhman-

Thursday, 18 June 2015

MIAFORGINAL : The Ramadhan of The Riset (Episode 2)

Kerahasiaan Toti
Dulu pada saat sholat tarawih di Masjid Al Mabrur Asrama Haji Surabaya ini sempat ada kejadian yang belum kita ketahui. Ada temanku Zahir temannya Alfian dan Reza ini dia baru minta tolong kepada gue. Tak nyangka-nyangka gue sengaja minta tolong pada zahir tersebut. Gue pun gugup dengan pertolongan teman itu malah di bantah sendiri. Akhir-akhir ini Zahir minta pertolongan yang sekira-kiranya perlu di deteksi.

            Ia memanfaatkan gue dengan membawa laser. Sebenarnya laser untuk melacak keseluruhan bukan dengan mainan. Gue akan menolong dengan mereka tetapi ia berani keluar tanpa sepengetahuan mereka. Ketika sedang ceramah sebelum taraweh ia sempat ngomong ke gue mengenai insiden kejadian dengan Zahir.
            “Mas Ivan. Aku mau minta tolong?” ujar Zahir menawarkan pertolongan pertama.
            “Apa dek?” balas gue mendengarkan ucapan itu.
            “ini mau menyampiri temannya. Soalnya dia nggak berani dengan temannya lalu ia menduga aku nggak berani dengan teman yang sebanyak itu jadi aku mau minta tolong untuk menyerang kami boleh ya” jelas Zahir. Ia engkau menolong kami dengan tulus.
            “Oke aku terima pembalasan ucapmu tapi jangan pernah membantah kami.”
            “Iya mas.”
Setelah berbincang-bincang dengan Zahir. Akhirnya gue bangkit dan menyerang dengan senter merah ia bawa itu. Ceramah tarawih sedang berlangsung di balik fakta ia melangkah dan bersembunyi lalu sedangkan Zahir di belakang gue. Dan begitu sembunyi di tembok luar masjid gue pun menyerang duluan dengan menyala senter yang menyerang musuhnya. Ia sebut musuhnya bernama Toti. Anak ganteng, ia selalu berinteraksi soal kemasalahan dengan pergaulan remaja. Hampir usia SD seperti gue, tetapi ia selalu bentak-bentak ketika sekolah di sana. Dan baru-baru ini ia selalu memukul teman karena ucapan yang tidak enak pada gue.

            Setelah senter merah menyerang. Toti sedang interaksi dengan teman-teman di taman bermain itu. Tiba-tiba ada sesuatu yang tidak di undang oleh tak kasat mata. Mata di anggap sakit mata beneran atau sebagainya. Gue sembunyi lagi terus ia tak nyangka Zahir ingin menolong lagi dengan pihak yang sama. Tak semudah pun menyerang toti dengan jarak jauh terus ia menyerang lagi dengan senter tersebut. Teman toti balik lagi interaksinya tapi ada serangan laser ia kena oleh Toti. Tanpa panjang lebar ia melangkah menuju ke masjid untuk membalas dendam kepada gue. Gue pun hampir grogi karena ia sebentar lagi ia akan tertonjol oleh tubuh yang penuh dengan luka yang memamer tubuh.
            Sudah sampai di sana mulai konflik yang secara besar-besaran. Toti menyerang dari bentak tangan ke bahu gue dan wajah toti marah besar dan tak hanya menyerang gue namun zahir juga menyerang dengan genggaman tangan memukuli bagian mata zahir tersebut dan temannya toti untuk menghentikan konflik tersebut. Toti tetap ia berbalas dendam pada gue dan zahir itu. Dan secara tak sengaja tiba-tiba ucapan toti mulai pedas.
            ‘ J*nc*k’ ujar Toti
            ‘Toti kau benar-benar berdusta’ ejek Zahir dengan tatapan yang menyerang tatapan toti.
            ‘Diam kau cengeng kau tak perlu omong kosong sama kau dan kau akan memukul hingga habis-habisan’ jelas toti dengan kalimat pembalasan.
            ‘Toti hentikan ini Romadhan nggak usah ugah-ugahan’ ucap halus teman toti mengangguk dengan Toti.
            ‘Ia Tot hentikan sekarang juga nanti di pihak publik malah ketahuan sama kau’ terelus gue.
            ‘Ia Tot hentikan pertentangan ini sekarang kau minta maaf kepada mereka yah?’ ucap Teman toti ia menghentikan konflik tersebut.
            Tanpa ia sengaja Toti mengangguk dengan tenang (walaupun sedikit) tapi ia rela menghentikan pertentangan di Masjid agung itu. Zahir dan gue telah bertahan karena ia tak sengaja memanfaatkan Ramadhon dengan kedosaan itu. Semua terkikis pun di hentikan dan Toti dan yang lainnya memerlukan minta maaf kepada mereka bahwa gue dan Zahir tidak terulangi lagi dan secara adil tiba-tiba ada sesuatu yang paling seram. Toti ia menyerahkan senter marah untuk membalas dendam kepada gue.

            Toti dalam berfikir dalam hati secara kejam Senter merah ini untuk menyerang Ivan dan Zahir. Begitu ia datang di sini. Awas ya Ivan kalo sampai kau menyerang dengan senter ini maka ia akan membalas dendam selama-lamanya dan artinya Ivan akan mati ketika engkau menyiksa di neraka. Sedangkan Zahir aku akan membunuh kau dengan kekejaman maka dari itu. Kalau Zahir tidak datang maka Ivan akan bertanggung jawab besar dan aku akan menguasai dunia sengsara selama-lamanya hiahahahahahahahaha..............

Toti memburu senter merah ia gue bawa. Gue nggak punya pilihan lain, ia menyerahkan senter kepada toti. Dan akhirnya senter sudah di pegang oleh Toti sendiri. Secara simbolis teman toti akan kasih bocoran kepada gue. ‘Kau hati-hati dengan Toti. Karena ia sosok jahat yang pernah memukuli temannya. Setiap hari di sekolah pada jam istirahat ia memanfaatkan keburukan dengan cara Toti sendiri. Jadi kau hati-hati jangan sampai kau bertemu dengan toti nanti bisa celaka dengan kau’ jelas teman Toti dengan menyarankan kepada gue dengan hati-hati. Ternyata tangan gue kosong sebab sudah di terima oleh Toti dan Zahir tidak bisa menolong lagi dengan senjata ia bawa. Gue mungkin haru dengan senter ia sempat bawa. sementara di lain pihak Zahir wajahnya sedih sehabis kejadian tersebut. Sholat tarawih pun baru di mulai dan ia mulai diskusi dengannya.
            ‘Maaf ya Zahir sekarang gue kehabisan benda’ ucap gue. Tangan tidak membawa benda apapun.
            ‘Ya mas saya juga gugup sehabis kejadian yang kosong seperti ini yah apalagi saya tidak bisa menyerang’ gumam Zahir.
            ‘Kau buat apa minta tolong seperti gitu itu membuat seseorang menjadi jengkel nih’ gumam gue juga. Membalas lisan itu.

            Sekarang gue akan kembali ke masjid lagi sambil melanjutkan rakaat sholat tarawih sedang berlangsung. Tanpa menduga wajah gue akan hilang dengan sendiri. Sedangkan Zahir ini tidak bisa melaksanakan sholat shunnah karena di akibatkan firasat temannya terlalu kaku terhadap insiden tersebut. Ia terlalu tidak menyakin dengan kejadian tadi. Toti dan teman-teman sudah membawa senjata ia menyerang tadi. Sebenarnya senjata ini bertujuan untuk membujuk kami secara besar-besaran.

++++
Ketika ada Bazar besar-besaran mengelingi sudut kota kampung ini terlalu rame dengan pengunjung. Tanpa ia sadari gue sedang berjalan-jalan mengelilingi bazar tiba-tiba ada Toti dan teman-teman ia sengaja ketemu ketika sholat tarawih di masjid kemarin. Ia menyangka-menyangka gue akan bertatap langsung dengan Toti sendiri. Hampir ketahuan ia menatap merah dengan gue. Toti meremuk tatapan gue dan ia berkata ‘Hey apa kau lihat. Anak senteran!’ ia bersindir anak senter (gue). Gue selama ini memanggil anak Senter. Sebenarnya saya tidak tahu bahwa ramadhan kemarin Zahir dan gue ia menyerang tatapan dengan senter merah ia menyerah tapi tak seberapa muncul konflik yang tidak sengaja.

            Di balik itu gue mulai ketakutan dengan Toti itu. Ada teman yang sedang berdiskusi dengan sendirinya. Sebut namanya Reren. Anak ia menolong, suka sabar, suka melihat orang yang belas kasihan dengan sendirinya. Tanpa tangguh-tangguh ia benar menolong dengan bantuan kemanusiaannya secara mantap.
            Tanpa panjang lebar ia langsung bertemu dengan dia mengenai di balik rahasia Toti tersebut. Ia melangkah ke temannya lalu ia bertanya ‘permisi’. Ia menjawab ‘Ya’ kemundian ia bertanya ‘apakah kau temannya dengan Toti.’ Terus Reren menjawab ‘Iya benar, ada apa?’ gue akan berdialog dengan Reren sambil duduk berjongkok. Reren sudah punya ungkapan secara oleh ilmiah.

            Toti ini ia pernah menjadi sahabat. Sebenarnya di sekolah Reren ini terlalu curiga dengan Toti. Sejak itu ia tidak punya prasangka baik itu membuat ia bertangguh dengan perilaku Toti itu. Saat jam istirahat berlangsung Reren sedang berjalan ke lapangan namun Toti dan kawan-kawan ia melawan di tengah lapangan mungkin akibat tidak kesalahan apa-apa malah membawa ia celaka. Sungguh ia kronis dengan kejadian itu. Tak sepeleh Reren dengan gugup mengangguk Toti itu dengan punya maksud dan tujuan itu. Baru dengar Toti yang sekarang ia menduga dengan situasi kecil-kecilan Toti sudah mulai menyerang duluan dan Reren mulai mensasar dengan teknik dominan pada Toti.

            Ia mulai tertangkis dengan sengaja Reren menggenggam tangan dan menyerang perut Toti. Tapi Toti mulai mual darah sehabis pukulan ia sangat memukul sekali dan tak menyangka-menyangka Toti itu pun mulai terungkap dan tidak ada pilihan lagi selain dia. Reren juga pun menatap toti di bawah tubuh berbaring sehabis tonjolan ini secara kaget guru datang dan menghentikan aksi tersebut. Reren mulai perang saudara sesama sekolah itu.

Setelah kisahnya sudah mulai terbenah itu. Reren berinteraksi dengan gue bilang ‘Ivan kau pernah menyerang makai senjata itu dan tak menyangka bahwa kau yang pernah menolong kepada zahir. Kejadian itu sama dengan gue ia pernah ku lakukan. Aku pernah melihat pada saat jam istirahat secara tak kasat mata ia juga melaknati semua apa yang Ivan lakukan. Kalau kau ingin membalas dengan toti, caranya kau memilih apakah kau bertemu dengan wajah ke wajah atau kau menyerang teman toti?’ ia memilih tapi terlalu bingung dengan ucapan Reren itu.

            Reren sudah menemukan jawaban tersebut bahwa ia akan menyerang teman-teman itu. Ketika toti menyerang secara berlangsung kau tinggal menghindar dari tangkisan itu sebab ia bisa mempunyai kemampuan berkamuflase sesuai dengan formasi itu. ‘Ingat Ivan hati-hati kalau kau tak sanggup dengan serangan itu maka kau akan menyerang yang utama tapi jangan sampai kau luka.’
Setelah bercerita dengan Reren ia perlu menanyakan beberapa pertanyaan dari memotong cerita tersebut.
            ‘Reren aku mau bertanya bagaimana cara menyerang dengan menggunakan satu lawan satu?’
            ‘yah Ivan kamu harus menyerang mulai dari mana jangan sampai ada teman toti yang ingin menyerang duluan. Bisa-bisa kekuatanmu bisa habis duluan. Kamu berfikir dulu apakah kau menyerang dengan kemampuan yang rendah dulu.’
            ‘Kita kan sudah menonjolin dengan toti namun ia bangkit dengan kemampuan itu. Namun menurut Reren sendiri gimana?’
            ‘Oh ya jangan ivan sekarang ini kalau kau nggak kuat kamu segera ke polisi setempat. Tapi kau harus punya bukti dulu biar nggak salah kalau nggak punya bukti.’

            Setelah berdialog agak panjang kesimpulan ini di ambil dari cerita reren bahwa ia selalu bertengkar dengan teman-temannya sehingga ia di sebabkan karena pernah menyerang gue dan zahir ketika terjadi saat ceramah tarawih berlangsung. Namun tak sekiranya mungkin hanya kejadian Toti ini menjadi bahan ilmiah oleh gue dan Reren.

++++
Sudah beberapa tahun kemundian Toti sudah gede. Dan ia melaksanakan sholat di Masjid Miftachul Jannah secara berjamaah. Setelah sholat ternyata ada Ivan yang datang ke masjid tersebut. Tak menyangka ia segera bertemu dengan Ivan. Terus Toti menjelaskan kejadian ia sempat terjadi pada saat bulan ramadhan.
            ‘Mas Ivan!’ sapa Toti.
            ‘Iya Tot!’ batin gue.
            ‘Sebenarnya aku mau minta maaf’ ucap Toti mulai memberi maaf kepada mereka.
            ‘Apa kau serius jangan bercanda dong. Nggak perlu minta maaf yang sebesar-besarnya.’
            ‘Selama ini karena aku mau meremehkan mas jadi.......’
            ‘Ialah nggak perlu jadi sok tahu emang lo perilaku sekarang sudah tidak punya masa masa yang menjadi dampak negatif seseorang.’
            ‘Kan lagian kan juga pernah menyerang kami pas Ramadhan itu...........’
            ‘Tidak usah minta maaf. Nggak papa namanya bersikap kemanusiaan itu selalu menjaga dengan baik hati.’
            ‘tapi aku menyangka...........’
Setelah bertemu dengan tema yang menjadi konflik tersebut juga menjadi bahan persahabatan Toti akan berminta maaf sebagai rasa simbolis sebagai teman sejati itu. Sebagai gue baik hati ia akan berminta maaf dengan genggaman tangan dengan penuh sukacita. Akhirnya keakraban bersatu kembali entah kapan dan sebaliknya. Toti mengajak gue ke masjid untuk Buka bersama.

Reren sekarang sudah menatap temannya. Baru merasa ia sudah menjadi saudara. Akhir-akhir cerita yang ia di ceritakan kepada gue kini sekarang sudah di pahami oleh perilaku ilmiah. Begitu lama sudah mengajari dengan kebaikan maka gue akan mengerti arti dari sahabat itu.

Baru-baru ini Toti sudah menipis ketenangan kepada dunia sekitar dan Toti akan menyelesaikan semua perbuatan yang apa ku lakukan terhadap temannya. Ia melangkah lari menuju jalan keluar kemasalahan............



Friday, 5 June 2015

Belajar Menulis Cerita

Belajar menulis cerita
Ketika pagi di sebuah kampus negeri berbasis islam. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Kemarin (15/09) tahun lalu ada sebuah acara yang paling keren, begitu eksis namun tulis lebih meriah. Acara Workshop Menulis di selenggarakan oleh Gagas Media. Saya berseragam putih abu-abu ini senang ikut dalam acara ini karena kemarin inspirasiku ketika melihat tokoh seorang penulis buku yang agak bolak-balik bernama Raditya Dika.
Saya menaiki tangga lalu melakukan registrasi yang di layani oleh panitia cantik memakai kerudung putih berseragam biru dan rok nggak tahu warnanya. Terus membagikan snack dan sebagainya lalu aku berjalan mencari kursi yang cocok buat saya.
Saya berada di barisan kiri bersama dengan mahasiswi Biologi yang penuh sensasi dan gokil. Sepertinya masih menunggu acaranya. Tak terasa saya duduk dengan tenang walau ada setetes keringat yang sebujur tubuh saya. Aku pun mengeluarkan buku dan alat tulis dalam tas.
Acara pun di mulai. MC menyambut dengan antusias audiens. Namun dari audiens yang datang ternyata perempuan di bandingkan dengan laki-laki. Tapi membuatku semangat dalam menggali ilmu tulis-menulis. Sebelum acara di mulai biasanya di awali dengan doa pembukaan lalu di lanjutkan dengan sambutan yang di sebutkan tersebut. Ternyata dari panitia LPM Soldaritas UINSA yang mensukseskan acara ini penuh meriah sehingga acara ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa jurnalistik islam terhadap kampus UINSA. Ia menilai saya sendiri merasa bangga. Karena dia nggak sengaja menyediakan acara semacam ini dengan membawa materi seputar menulis buku.
Audiens sudah tak sabar menanti para acara yang kita ku tunggu. Materi pertama ini di paparkan oleh Kak Prisca. Beliau pernah menyelesaikan pendidikan di S-1 Sastra Inggris Universitas Airlangga. Gadis ini pernah menulis buku bergenre romance tapi agak nyata. Dia pernah menulis sejak SD. Kak Prisca pernah menolak naskah pertama oleh penerbit karena belum punya pesan atau sebagainya.
Kak Prisca di depan audiens dengan seru. Kak Prisca ini memerlukan materi seputar bagaimanakah sih cara menulis cerita yang baik dan benar. Materi ini menggunakan media powerpoint.
Menurut saya “Saya pernah melihat materi menulis. Ia agak sama paparannya. Tapi bermakna” hasilnya materinya sudah tulis di buku catatan kecil warna kuning, tetapi hilang saat perjalanan pulang menuju ke Surabaya.
Makanya saya menulis materi ulang tentang bagaimana cara menulis cerita? Kemungkinan cerita ini membawakan sumber refrensi bagi pembaca dan menulis. Sebagaian besar keterampilan pada menulis cerita di jadikan salah satu pedoman yang di kemukakan oleh menulis cerita. Hanya 1% yang mulai menulis cerita berawal dari nol. Karena itu kita akan berbagi bagaimana seseorang mulai menulis dengan tuturan yang rapid dan bisa di baca banyak orang.
Kak Prisca ini menjelaskan Setiap hari seseorang punya cerita yang berbeda-beda. Mungkin hasil lebih fleksibel dari kemampuan menulis tersebut. Menulis cerita bertujuan untuk mencari pengalaman tersendiri pada diri sendiri. Tak jauh dari masa depan yang cerah lalu ketika seseorang terus menulis maka kita akan menghasilkan tulisan yang di tulis. Sebarkan tulisan di internet agar pembaca makin menarik.
Hal yang harus kita lakukan ketika menulis cerita. Ada bagian yang berisi dalam menulis cerita ; (1) menentukan tema pada cerita. (2) menentukan tokoh dalam cerita baik protagonist maupun antagonis. (3) memperhatikan alur cerita dengan berurutan (4) membuat latar dalam cerita. Latar ini terdiri dari 3 Bagian. Pertama Latar tempat, kedua Latar Waktu, dan ketiga Latar suasana. (5) memperhatikan sudut pandang pada suatu cerita. (6) Konflik dalam cerita. Konflik ini sedang berinteraksi dengan tatap muka secara mengeluarkan emosi. Baik dalam maupun luar konflik. (7) menulis dialog pada cerita tersebut. Boleh interaksi semampu mungkin. Namun jangan berlebihan. (8) melakukan adegan dalam menulis cerita. Seringkali kebanyakan dari pembaca sedang melihat adegan yang kita ceritakan. Entah action maupun cinta di mana-mana. (9) menentukan Ending dalam cerita. Setelah menulis cerita, sebaiknya kita akan menulis ending dalam cerita baik masalah maupum memberikan motivasi pada cerita. Dan terakhir yaitu menyampaikan pesan dan kesan dalam cerita. Sebaiknya kita harus memperhatikan tuturan pada cerita setelah menulis. Teks ini bertujuan untuk menganalisa cerita yang bisa di ambil hikmah. Dan juga memberikan saran pada penulis tersebut.
Sesudah memberikan materi yang kita butuhkan kesimpulan yang di ambil oleh Kak Prisca bahwa jangan berhenti menjadi menulis. Kembangkan karya tulis anda sehingga bisa membawa perhatian pada pembaca ini. Hal yang harus di lakukan sebelum menulis adalah memperbanyak baca buku. Lalu membuat premis dari sebuah kalimat. Kemundian membuat kerangka dalam cerita dan menentukan tokoh dan tema dalam cerita yang di bawakan. Kalau cemas tulis cerita singkat di buku diary (buku catatan harian). Setelah itu akan menemukan hasilnya. Selamat berkarya!! J
Itulah ilmu yang di berikan. Saya sudah menangkap materi apa yang kita bawa. Sebenarnya ada yang memberikan kesempatan untuk bertanya seputar masalah tulis-menulis. Semua pasti kebagian dan jangan sampai mengangkat tangan terlalu banyak nanti bisa kehabisan waktu dalam acara ini.
Seandainya peserta Workshop ini berjumlahnya banyak. Tidak hanya datang dari Mahasiswa UINSA sendiri. Namun saya masih SMA, ada yang berasal dari non-UINSA (UNAIR, UNESA, UNIPA), mungkin ada dari kota Bangkalan, Jombang, Sidoarjo dan kota lainnya dan tidak bisa di sebutkan berasal instansi/kota tersebut.
Peserta berjumlah banyak membuat semangat dalam memberikan ilmu tulis-menulis ketika Workshop menulis berlangsung
Panita akan memberikan kesempatan untuk bertanya kepada kak Prisca. Aku akan bertanya mengenai buku baru. Tapi penasaran inspirasi dari mana buku PRINCELLES MOMENT itu?
Kak Prisca akan menjawab dengan ikhlas Buku ini sih menulis ketika mengambil kisah nyata. Kak Prisca dulu pernah melihat ayahnya membimbing ayah. Tetapi keinginan anak ke luar negeri untuk mengenal sekolah. Namun di nilai dari perjuangan ayah setelah ibunda wafat.
Setelah memberikan jawaban pada mereka. Ternyata saya bisa paham dengan pertanyaan tersebut. Waktu semakin berjalan agenda berikutnya yaitu materi ke dua yang di bawakan oleh seorang Editor Gagas Media. Bu Widya gadis menjadi editor gagas media yang akan berbagi tentang hasil naskah yang kita tulis selama beberapa bulan dan tahun.
Bu Widya akan berbagi seputar cara tepat mengirim naskah ke penerbit. Seringkali naskah yang kita tulis menjadi sebuah perjuangan bagi penulis. Tetapi editor di nilai naskahnya ini bagus banget dan yang paling nyesel ialah ceritanya agak bingung sehingga nilai akan di jadikan proses menjadi buku sesuai ketentuan penulis bagi mereka. Mungkin bagi yang naskah yang di terima akan memulai proses dalam waktu tertentu. Sedangkan bagi naskah yang di tolak tetap di sarankan lebih memperbanyak membaca dan mengedit dari sebagian cerita itu.
Naskah hasil tulisan lebih enak. Apa saja nilai dari naskah pada tulisan kepada penerbit. Kita akan menjelaskan secara singkat karena penjelasan materi ini sangat panjang. Namun bisa menjelaskan langkah-langkahnya. (1) Berdasarkan Sinopsis/Prolog pada Cerita. (2) Pastikan tulisan ini bagus atau nggak. (3) Imajinasi pada cerita. (4) Tuturan cerita. (5) Karakter. (6) Tanda-tanda kalimat dalam menulis cerita. (6) di lihat dari urutan kejadian cerita. (7) Adegan. (8) Tema Cerita. (9) Sudut pandang cerita. (10) Menilai pesan dan kesan pada cerita. (11) bahasa dalam cerita. (12) Interaksi pada cerita, baik tempat maupun suasananya. (13) Membuat CV / Biodata Penulis.
Materi yang kita ambil oleh Bu Widya bahwa Naskah hasil tulisan benar-benar di cermati dan di teliti agar membaca makin menarik sekaligus memberikan saran kepada penulis itu. Mengamati naskah yang di kirim. Lalu kalau sudah pas pada cerita itu maka ia bertujuan untuk menambah amal jariyah. Koreksi naskah yang baik menjadi factor penentuan bagi seorang penulis.
Itulah materi yang kita bagikan moga-moga naskah yang di kirim menjadi suatu bermanfaat dan mencermati hasil tulisan. Jangan putus asa. Tetap belajar, memperbanyak pembaca. Kemundian ada sesi Tanya jawab kepada Bu Widya selama setengah jam.
Sudah menjelang siang. Sebelum berakhir acara ada game yang bisa menghibur para audiens setelah memberikan ilmu yang di berikan. Game ini sengaja yang di buat oleh panitia. Sebelum game di mulai sebaiknya ada ketentuan pada game tersebut. Audiens memberikan waktu 15 menit untuk menulis apa saja yang kalian lakukan. Lalu tema yang di bawa oleh narasumber sesuai dengan tema tersebut. Terus hasil tulisan ini akan memberikan apresiasi di depan narasumber. Dan audiens siap mulai menulis.
Setelah menulis. Panitia akan memberikan beberapa orang untuk maju ke depan dan membaca hasil tulisan tersebut. Setelah menunjuk orang akhirnya saya akan memberikan apresiasi di depan narasumber. Ketika membaca hasil tulisan di depan narasumber membuat seseorang makin terharu dan biasa saja. Dan inilah gambar suasana membaca hasil tulisan di depan narasumber kita :
Audiens berkesempatan ini membaca hasil tulisan di depan narasumber kita.
Saya juga sedang membaca hasil tulisan di depan narasumber
dari beberapa audiens ini setelah membaca hasil tulisan tersebut bahwa ada masukan yang di nilai dari narasumber.
Nilai tulisan (kak Prisca) :
1.      Tulisan bagus, namun perlu mengembangkan kosakata yang perlu anda lakukan
2.      Ekspresinya cukup menarik. Namun tidak semua menilai hanya ada beberapa ekspresi yang beda.
3.      Tokoh dan lainnya selalu memerlukan structural pada tulisan itu.
4.      Tetap mempertahankan karya jangan sampai sama.
5.      Artikulasi dalam membaca perlu benar.

Nilai Tulisan (Bu Widya)
1.      Sebenarnya hampir karangan berbeda-beda tapi betul-betul di tingkatkan lagi.
2.      Dari ucapan, dan intonasi pada cerita begitu bervariasi tergantung audiens sendiri.
3.      Tulisan itu tolong perlu ada bagian-bagian pada karangan itu.
4.      Ungkapannya selalu beda namun tetap mempertahankan saja.
Setelah menilai dari kedua narasumber akhirnya akan mendapatkan buku hasil apresiasi tulisan anda. Suasana Audiens saat memberikan hadiah ada yang bervariasi. Perhatikan gambar ini :



Itulah pengalamanku ketika belajar menulis cerita di sebuah kampus UINSA. Moga-moga bisa menjadi menambah pengalaman pribadi. Apabila ingin menjadi seorang penulis. Perlu memperbanyak membaca. Membaca itu meluaskan jendela dunia. Dan bagi saya harus menulis beberapa kalimat ke dalam buku maupun computer. Suatu karangan tergantung dari masing-masing. Dan pengalaman ini menjadikan sahabat baru dalam pergaulan dalam dunia luar dan juga menjadi perjuangan menjadi seorang penulis. Terima kasih kampus UINSA, Panitia LPM Soldaritas UINSA, Peserta dari berbagai kota dan sahabat lainnya.

Selamat berkarya…………

Wednesday, 3 June 2015

SUCI

SUCI
Wahai suci
Kau tak lepas dari hidup tenang
Bahwa setiap kali aku terus terang
Sampai memanjangkan waktu
Tiada arti bagiku
Dan dunia tuhan yang penuh mulia
Karena mulia itu istimewa

Wahai suci
Pintu Syurga menjemputmu
Mengambil seluruh amal kebaikan
Tak ada arti kesengsaraan dalam hidup
Sampai pada hilang
Pada ujung puing-puing air
Sujudlah kepada tuhan kami
Aku mau ampuni dosa kita

Wahai Suci yang mulia
Bicaralah di depan orang
Untuk memberi ungkapan yang sebenarnya
Saat engkau pantas menjadi pemberani
Yang begitu hebat
Bahagia lah sahabat
Bahagialah orang tua-Ku
Menyinari cahaya-Mu
Yang penuh mulia serta bertaqwa

Maha Agung

MAHA AGUNG
Wahai tuhan kami…..
Kuatkan tekad kami
Berilah aku ketabahan dan kesabaran
Hanya tuhan-lah yang menolong kami
Walau engkau tidak sengaja menciptakan kami
Dari segumpal dosa
Yang menyakiti manusia itu

Wahai manusia
Selamatkan kami
Tenaga kita terus menguncang
Mencecer air keringat
Hingga rela berkorban
Hingga aku berkuasa
Terima kasih lah kepada tuhan
Yang memberikan pengabdian kami

Wahai langit dan bumi
Tolonglah aku ya tuhan-Ku
Sudahkah berusaha semaksimal kami
Dengan pemurnian pada setetes air
Yang jatuh ke bumi
Bagaikan air dengan tuhan yang sudah dalam
Susah payah tak akan menolongmu
Hingga ujung akherat.                            

Berilah kegigihan dan kekuatan pada manusia hebat.

Saturday, 30 May 2015

MIMPI ADA MALAIKAT

MIMPI ADA MALAIKAT
Ketika di gereja, gadis teladan telah menyelesaikan suatu masalah kesehatan lewat doa dari tuhan. Ia berjalan keluar dari gereja tersebut tiba-tiba ada seseorang yang ingin ketemu dengan gadis itu. Entah gadis membalik badan dan melihat sosok makhluk yang tidak jelas itu. Gadis tidak mengenal makhluk itu entah manusia atau tidak? . Gadis sedang mengejar dengan malaikat itu, namun malaikat ini tolah toleh pandangan gadis itu. Gadis itu berlari layak hantu yang mengejar yang sosok penampakan itu.
 Ia berlari cepat wajah penuh air keringat menuju ke rumah. Malaikat pun juga ikut mengejar dengan gadis itu. Kecepatan pada malaikat ini sangat cepat tidak rumus media fisika dan matematika. Dan gadis itu berhenti di tempat mengangguk ke bawah sambil airnya turun ke tanah setelah kedap-kedip malaikat tidak jelas tersebut. Tetapi gadis terjebak ke dunia dimensi lain.

Akhirnya gadis sudah berada di tempat yang berteduh. Bahkan dengan keluasan tempat tanpa batas apapun. Malaikat ingin berbicara pada gadis itu.
“Wahai gadis!”
“Ya malaikat!”
“inilah tempat kita”
“maksudnya ini dimana?”
“ini di surga”
“malaikat aku nanya sama kau?”
“apa?”
“mengapa kau mengejar aku?”
“Jangan emosi nak?”
“Aku ingin kau…..”
“udah nggak usah risau.”
setelah dialog dengan malaikat maka ia akan memberikan sebuah kata-kata yang kurang tepat untuk menjadi kebaikan. Malaikat di taburi dengan cahaya pada gadis itu, tapi cahaya itu berisi kepedihan selama ia berdosa. Mata gadis hampir pedih, tubuhnya bergerak dan gadis mengucek mata kemundian menjerit. Gadis bangkit dari tidur, dan ternyata cuman mimpi. Terus gadis telah pergi ke kamar mandi. Di balik itu malaikat sedang melihat gadis yang sedang mandi dari jendela. Dan jangan pernah memarahi tuhan mereka. Hanya tuhan-lah yang tahu.

Friday, 15 May 2015

Senang di Sekolah

Senang di Sekolah
Ketika di sekolah Aku sedang bersalaman dengan guru, namanya Pak Yono, beliau merupakan guru pelajaran bio terapan di kelas. Tak lama kemundian aku segera masuk ke gedung sekolah. Teman-teman juga sedang berjalan menuju di kelas. Aku juga berjalan-jalan menuju ke kelas sebelum jam bel masuk tiba. Aku hampir mendekati kelas dan segera naik di kelas. Sebelum memasuk ke kelas aku lagi bersidik jari agar tidak mendeteksi adanya siswa yang tidak masuk sekolah. Sesudah sidik jari Aku berjalan lagi dan sudah masuk di kelas lalu aku mengucapkan salam kepada teman-teman
“Assalamualaikum!”
“Walaikumsalam!” teman-teman menjawab salam dengan ceria.
dan akhirnya aku duduk di bangku depan yang tenang dan menemani sahabat sekelas bernama Rizqi Febrian. Temanku ini merupakan teman sekelas tetapi dia terkena tuna netra, dia begitu semangat dalam belajar, senang bergaul dengan teman-teman, yang paling unik adalah dia selalu menulis dengan laptop. Aku duduk dengan tangan tertutup muka dan sedang berfikir layak tidur di kelas dan sebagainya.
Sedangkan temanku sedang berinteraksi dengan teman-teman baik depan maupun belakang. Aku melihat teman interaksi, bahkan juga obrolan dengan Rizqi soal PR di rumah.
“Van!” sapa Rizqi.
“Ya ada apa Rizqi?” jawab aku, tapi balik Tanya Rizqi.
“Nanti aku bantuin buat mengerjakan sejarah peminatan ya?”
“Oke, aku akan melaksanakan tugasmu kawan”
Bel pun berbunyi, Aku sedang mempersiapkan diri untuk berdoa sebelum belajar bersama dengan teman-teman mereka. Pak guru sudah hadir di depan kelas. Lalu suara di dalam speaker ini sedang berdoa dan yang lainnya pada diam dan mendengarkan doa sebelum belajar. Aku pun khusyuk dalam berdoa, sehabis itu teman-teman ini akan membawakan al-qur’an supaya ayat al-qur’an ini menjadikan renungan sebelum belajar. Sedangkan teman-teman lainnya tidak mendengarkan teman-teman yang sedang membaca Taddarus Al-Qur’an dan terjemahannya, melainkan teman sekelas lagi asyik obrolan sana-sini. Sehabis membaca al-quran dia akan memberikan salam penutup kepada seluruh guru dan siswa. Dan siap untuk memulai belajar di dalam kelas.
Aku dan teman-teman di kelas semangat dalam belajar di kelas. Walaupun hanya satu siswa yang harus belajar di perpustakaan karena dia harus menjalankan beberapa pelajaran yang sering tidak di ikuti sama sekali, dan Satu siswa memberikan salam dan keluar menuju ke perpustakaannya.
Saat belajar bahasa jawa Pak guru akan menerangkan tentang pranatacara, sebelumnya Bab ini menjadikan salah satu media pelajaran yang kita sukai dan juga menjadi materi yang bermanfaat bagi siswa sudah memahami materi tersebut. Dan tugasnya pada siswa untuk membuat pranatacara dengan menggunakan bahasa jawa.
Pak guru pada siswa yang sedang kebingungan cara mengerjakan pranatacara. Kini dia punya solusi kepada siswa yang sedang membuat pranatacara dengan menggunakan bahasa Indonesia. Agar siswa bisa dapat mengerti dengan pemahaman yang di sampaikan tadi. Setelah sudah tangkap pelajaran itu baru kita alangkahnya kita menulis dengan penalaran terlebih dahulu.
Kalau menurut saya cara ini makin gampang, pertama-tama menemukan kata jawa dalam tulisannya ke dalam buku tulis pelajaran, biar nggak bolak-balik kalo nulis, yang kedua adalah fokus dalam pembelajaran di sekolah, biasanya di kelas sedang belajar dalam mengembangkan pelajaran di sekolah supaya pemahamku menjadi bertambah. Setelah beberapa menit kemundian barulah tulisan saya namun agak buram sekali.
Sedangkan anak-anak sendiri pada asyik ngobrol dengan guru. Sebel kalau anak-anak ini lagi ngobrol tapi jangan berlebihan bisa menyebabkan displinan berkurang. Dari pada melihat temannya akhirnya bel jam 1-2 sudah berakhir, Pak Guru bahasa daerah segera meninggalkan kelas dan berjalan menuju ke ruang guru. Lalu temannya mengeluarkan ekspresi mereka. Sambil menunggu Bu Guru bahasa Indonesia datang, ada seseorang yang ingin meminjam sesuatu pada saya. Temanku di belakang saya bernama Khofifah dan sebelah Khofifah namanya Tamara. Dan Ifa sedang ngobrol dengan saya.
“Van!” sapa Khofifah.
“Ya mbak Ifa!” saya menjawab, mukanya sikap biasa.
“Pinjam HPmu dong”
“Oh ya bentar”
Aku sedang mengambil HP di saku jacket. Setelah HPku di pegang, saya berikan HP ke tangan Ifa. Lalu HPnya di pinjam oleh temannya tapi jangan lama-lama. Kemundian Bu Guru sudah datang sambil menatap para siswa, terus memberikan salam pembuka kepada teman-teman di kelas.
“Assalamualaikum!” Sapa Teman-teman
“Waalaikumsalam!” teman-teman menjawab dengan menatap Ibu guru.
Rupanya hampir semangat sekali dalam memberikan salam pembuka kepada Ibu Guru. Hari ini ada Ulangan lisan sebelum menghadapi UKK (Ulangan Kenaikan Kelas) makanya perlu di siapkan fisik dalam belajar agar siswa sedang melakukan ulangan lisan dengan berjalan lancar. Ibu Guru sedang di beri tugas kepada anak-anak untuk belajar selama 5 menit biar tidak kehabisan waktu dan nanti kalian siap maju untuk menilai ulangan lisan itu, nggak ada satupun siswa yang belum siap ulangan lisan dengan kata lain nanti kalian akan tidak akan memberi nilai.
Siswa-siswi pun sedang belajar dan menganalisa materi yang kita berikan. Aku pun juga semangat dalam membaca buku dan mengamati materi yang kita kerjakan. Namun tiba-tiba ada satu kiteria yang belum tuntas. Akhirnya aku bangkit dari duduk di kursi lalu keluar dari bangku terus berjalan menuju ke meja guru. Setelah itu aku akan menatap Ibu Guru dengan diskusi.
“Apa van?” Tanya Ivan.
“Mau ngomong” aku menjawab omongan Ibu Guru.
“Kamu siap ulangan lisan?”
“Ya siap, tapi ada satu yang belum tuntas?”
“Apa itu van?”
“Ibu Guru Lupa ya waktu ulangan lisan tentang Negoisasi?”
“Negoisasi?”
“Ya Ulangan Negoisasi, dulu aku belum maju ulangan lisan itu?”
“Benar juga tuh, nah nanti kamu ulangan lisan pun di jadikan satu ulangan lisan yang baru ya kamu sekarang duduk dulu baru nanti kamu manggilin kamu ya?”
“Ya Bu” Aku menjawab omongan Ibu Guru. Lalu aku kembali ke bangkuan masing-masing.
Sudah jam 8:30 pagi saatnya Ulangan Lisan siap di berikan. Ibu Guru akan memanggil nama yang kita sebutkan untuk melaksanakan ulangan lisan. Yang pertama temanku Dwi Agustina. Ketika di panggil agak sedikit aneh di benah otak Dwi. Ternyata setelah memanggil nama tersebut tidak ada kesempatan untuk belajar dan temanku terpaksa mengikuti dengan fikiran bolak-balik terus. Ketika temanku berjalan menuju ke meja guru, temanku di suruh pada Ibu Guru untuk mengambil kursi dan di bawa ke meja guru. Akhirnya Dwi Agustina siap memberikan tantangan untuk melakukan ujian lisan dengan berani gagap.
Sambil Dwi Agustina menguji soal lisan pada Ibu Guru. Sambil menunggu giliran, teman-teman pun juga mempersiapkan diri semampu mungkin. Aku pun sedang mendalam materi yang sudah di berikan, sedangkan temanku juga sedang berdiam diri, meskipun temanku nggak bisa melihat namun bisa mendengarkan materi kepada teman-teman yang ingin di butuhkan untuk merekam pengetahuan pada otak saya.
Selanjutnya panggilan kedua yang ingin di sebutkan adalah Amanda. Tapi sia-sia malu menatap dengan Bu Guru di sebabkan belum siap dalam ulangan lisan, Amanda makin gugup dengan materi itu. Dan dia paksa maju dengan pengetahuan sedikit-sedikit. Amanda berjalan menuju ke meja guru lalu sebelum menguji soal. Ibu guru ngomong dengan Amanda soal tingkah laku di kelas. Ketika ngomong dengan Ibu Guru dengan Anak ternyata perilakunya agak kurang sopan. Rupanya Amanda makin cengeng dengan kaki di injak pada tanah dengan sekeras-kerasnya.

“Amanda kamu jangan suka ngomong saat pelajaran berlangsung, ini ulangan lisan bukan bermain-main kalo kamu seperti itu kamu akan mengurangi nilai raport dengan bertingkah laku yang aneh. Ibu nggak suka tingkah laku kepada kamu.” Kata Ibu Guru. Kemundian Amanda akan memberikan teguran kepada Ibu Guru karena di nilai tingkah laku sangat buruk banget.
“Ya Bu Guru” jawab Amanda.
“Sekarang kamu duduk dulu, jangan ulangi lagi ya”
“Ya Bu!” jawab Amanda lagi. Dia kembali ke tempat semula.
Setelah di berikan teguran kepada Amanda. Tanpa panjang lebar omongannya, dia akan melanjutkan panggilan nama yang memberikan ujian lisan yaitu Siski. Ternyata Sisqi bangkit berdiri terus berjalan ke meja guru dengan jaraknya 2 meter saja. Lalu Sisqi duduk di meja guru dengan menatap wajah Ibu Guru.
Aku pun menunggu ujian lisan tapi rupanya waktunya terbatas dan bukunya di tutup dan masukkan ke dalam tas mereka. Lalu merenungkan diri dengan tatapan temboknya dan temanku juga diam diri tidak ada obrolan apa pun. Ketika teman-teman menunggu jam istirahat sambil diskusi habis-habisan baik bercanda gurau dan sebagainya. Setelah Sisqi sudah memberikan ujian lisan itu, giliran selanjutnya yaitu Bunga. Bunga siap memberikan soal dan langsung berjalan ke meja Bu Guru dan duduk dengan santai.
Bel pun berbunyi maka Ulangan lisan pun berhenti sejenak dan pekan berikutnya semua siswa sudah menuntaskan ujian lisan agar saat menjelang UKK dapat berjalan dengan lancar. Kemundian Bu Guru berdiri dan berjalan meninggalkan kelas lalu memberikan ciuman tangan pada siswa. Rupanya saya akan berjalan-jalan menuju ke Masjid sekolah tak jauh dari lokasi sekolah itu.

Rupanya aku senang belajar di sekolah. Banyak sekali ilmu-ilmu yang di berikan pada Bapak Ibu guru. Yang terpenting jangan bosan di sekolah namun tetap semangat dalam bersekolah. Aku sudah sampai di masjid dan melakukan sholat dhuha. Begitu masuk ke masjid di harus melepas alas kaki dan berjalan menuju ke tempat wudhu. Lalu aku mengambil air wudhu terus kita berdoa. Setelah itu langsung ke masjid tanpa melihat pandangan teman……

Monday, 20 April 2015

PEREMPUAN

PEREMPUAN TELADAN
Wahai Perempuan….
Engkau jadi penolong pada sesama
Engkau pembela pahlawan kami
Engkau juga menjadikan Sahabat Teladan kami.
Ampunillah Dosa kami

Wahai Perempuan….
Janganlah Durhakai kami
Syurga Di bawah Telapak Kaki
Hanya kepada-Mu orang yang memberi nikmat
Terima kasih telah membimbingku
Engkau ada kesalahan dan kekurangan Kami…..

Wahai Perempuan…..
Jangan pernah kembali
Sesungguhnya aku ingin memperbesarkan bunda
Tekadkan tangan
Senyumlah wajah kami
Temani kami
Kaulah sosok perempuan

Cantik Mulia

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...