Blog ini mengambarkan isi suasana dunia semakin senang dan kadang sedih. Sejujurnya puisi dan prosa mengoptimalkan gambar fisik maupun alam sekitar. Langit dan Bumi menciptakan kepada tuhan yang maha pencipta. Penulis di tengah disabilitas membuat lingkaran terhadap dunia serasa terisi dan akherat akan mengingat cerita selama hidup. Akhirnya karya akan ku sampaikan untuk selamanya
Tuesday, 8 March 2016
Ayah
Sukerela dalam Ketulusan Hati
Hujan Merendam Rasa Galau
Menulis dari sebuah Pengalaman Pribadi
Raditya Dika of Inspiring a Writer
Saturday, 5 March 2016
Taman Pelangi
Taman Pelangi
Taman menyerupai pelangi. Tak akan berati pemandangan bagaikan kelingkupan pada keindahan. Bahkan sungai mengalir tak pernah berhenti. Pohon begitu menyejuk. Terdapat pada oksigen yang menyerap udara manusia. Langit terpandang cerah tak pernah kunjung berhenti
Taman pelangi serupa dengan pemanfaatan wahana yang luas walaupun terbatas jauh. Keindahan membawa estetika hidup. Warna menyerupai makna kehidupan. Alangkah indah luas pemandangan sangat memukau. Naik setinggi langit. Lama-lama jadi bukit
Pelangi menetes air yang jatuh. Air bisa mengatakan sebagai mengalir do'a. Do'a dalam air tak bisa melihat sisi dari sisi. Hanya melihat keragaman aneka tanaman hijau, berbunga-bunga yang mekar. Serta menghidupkan suasana yang nikmat. Seakan-akan semua akan terpandang oleh seluas mimpi. Bagaikan samudra mimpi yang mempertemukan alam sejuk serta mengagumi tata sunyi dan senyap.
Surabaya, 6 Maret 2016
Friday, 4 March 2016
Koala Kumal
Koala Kumal
Koala mengisahkan banyak hal
Binatang berkeliling ketempat abaikan keliling dunia
Seolah olah koala tertidur hanya pagi hingga sore hari
Malam hari hanya melihat aktifitas yang kalian lakukan
Cerita tentang perjalanan seorang sahabat
Mungkin hanya sebutir kacang mudah memecahkan jika merasa bersalah
Kini hutan hangus dalam kehilangan harapan
Koala terasa sedih melihat penderitaan yang begitu hampa
Tiada kembali dalam rumah kita
Tenggang merasa haru serta menetes air mata
Binatang tak bisa menikmati dengan sendirinya
Mau bagaimana lagi yang perlu ku lakukan demi membahagiakan dirinya
Tak terasa perpindahan demi perpindahan telah mengobarkan perjuangan
Semangat terus ku pereratkan rasa empati
Sebuah perjalananan akan menentukan keteguhan diri
Atau mengorbankan diri dalam sebuah persahabatan
Berusaha untuk menambah keceriaan hanya dapat saja
Surabaya, 5 Maret 2016
Bulan Terbelah di Langit Amerika
Bulan Terbelah di Langit Amerika
Amerika telah menghancurkan jejak islam
Saat ini warga mengaksikan anti islam yang sebenarnya
Sejujurnya Islam itu bagaikan teroris merusak suasana agama syariat
Tuhan tidak suka membinasakan bagi orang dholim
Sejak bangunan runtuh sebagai saksi dari kita
Bagaimana lagi menunaikkan ibadah di Amerika dengan seadanya
Hidup terbelah namun suasana semakin berbeda
Tak akan mungkin bisa menyatu lagi bila ada masalah yang terkait
Sebagaimana pula islam bisa kembali dengan sempurna
Jawaban belum ada pasti
Semenjak bangunan runtuh
Akan mempengaruhi sejarah islam terpandang di Amerika itu
Warga mengaku tidak suka dengan muslim
Karena pernah menjelajahi beberapa negara dan sebenarnya apa tujuan menegakkan islam secara kaffah
Perjuangan Islam semakin erat
Tak peduli aturan yang berlaku
Untuk menghancurkan sekulerisme
Demi membanggakan amerika
Ternyata pernyataan itu salah
Namun juga hargai agama yang kita menganut
Sesuai dengan keadaan kita
Bulan menghinggapi ketenangan
Allah akan memberi apapun yang terkandung dalam kami
Senantiasa alangkah baiknya
Apakah dunia lebih baik daripada islam
Kamis, 3 Maret 2016
Wednesday, 2 March 2016
Pandangan Merah
Pandangan Merah
Merah menyimpang kejahatan yang merela
Di antara mereka meremehkan kebaikan kita atau amunisi
Bagian ini hanya serupa dengan setetes darah
Mungkin merasa penderitaan akan semakin perih
Jika tak bisa berlari dari tempatku
Tiada berdaya kekuatan sekadar mampu
Hidup mengisi kebebasan tanpa perintah
Kadang juga merasa negara ini merebut kekayaan serta kekuasaan
Berati orang lain merasa kecewa atas kemenangan yang kita dapatkan secara paksa
Seolah-olah tak punya uang untuk memenuhi kebutuhan hidup
Tiada lagi kapan bisa menolong dalam situasi darurat
Tuhan berikan pembalasan kepada orang kafir
Ia pantas menghancurkan orang yang lemah lembut
Tanpa sebutan apapun
Hancurkan merah sebagai perusak harapan
Selamatkan kami dari penyiksaan
Selamatkan korban kami telah mati peperangan
Masuklah surga bagi penyelamat hidup
Tuhan akan berjanji akan memperbaiki dari segala hal
Tiada lagi ancaman yang mengancam kita
Bendera menyelimuti api
Suasana semakin berantakan
Entah kapan bisa kembali
Hanya tunggu sesaat jika damai dan tentram
Sejahterakan negara dan suasana ini
Surabaya, 2 Maret 2016
Tuesday, 1 March 2016
Gelas Kehidupan (2)
Gelas Kehidupan (2)
Mungkin setetes darah menjadi penderitaan
Tiada berati dari semua keindahan yang miliki
Kadangpula isi putih mengaliri kebaikan
Hanya saja warna akan selalu mengubah dalam setiap gambaran
Mengapa hidup dengan hasil dengan sia-sia
Tak jelas masa harapan telah berjalan
Ternyata hanya hasil setengah persen
Gaya menjadi pengaruh pada perbuatanmu
Tuhan tak bisa memberikan petunjuk bagi orang yang kikir
Untuk apa melakukan kegiatan yang sia-sia
Seolah-olah perasaan akan menurun bila terjadi sewaktu-waktu
Ibadah mungkin belum bisa menekuni
Hanya amalan terhadapan perbuatan manusia
Kini air menghasilkan tetesan air
Seperti tangisan yang tak pernah berhenti
Jika menghilangkan orang yang kita sayangi
Atau melepas dari ketinggalan jauh
Mungkin tali putus dari kemenangan
Dari sudut pandang bahwa
Manusia mempengaruhi amalan serta perbuatan
Hanya tuhan akan menentukan bagi-MU
Semua akan berjalan jika menghambat
Surabaya, 29 Februari 2016
Pandangan Buruk
Pandangan buruk
Tak tahu mengapa sering mengodaku seperti ini
Apa sebenarnya terjadi pada perbuatan-Mu
Seolah-olah masalah tak bisa teratasi dengan sebaik mungkin
Hidup hanya sia-sia
Akan selalu membawa putus asa serta hati yang meleleh
Seperti api yang menyala-nyala
Akan selalu mengancam dari kesenangan
Sengsara mungkin terus menerus entah tak bisa berkompromi
Rokok mengambarkan segala keburukan yang menderita
Depresi membawakan masalah bagiku
Allah tak akan memberikan petunjuk
Bagaikan azab yang pedih
Perasaan semakin memucat
Kulit menghitam tak bisa menemui sesaat
Merah makna dendam
Serupa kafir mengingkari kebaikan yang ku rasakan
Seakan-akan sombong sebagai pendiam serta keserakahan
Tak ada arti nasehat selalu tertinggal
Dengki mendorong kebencian
Hasud selalu melakukan kepasrahan
Ketidaktahuan apa arti sebenarnya
Lupa akan mengingat apa-apa
Hidup tak adil selalu kecewa
Surabaya, 1 Maret 2016
Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada
Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...
-
Malam Terakhir di Masjid Nasional Al-Akbar Inilah engkau berpisah di malam Ramadhan penuh segala cobaan Jamaah di sini menikmati tidur sep...
-
Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...