Tuesday, 8 March 2016

Ayah

Ayah
Ayahanda……
Berikan kami kasih sayang kepada kami
Yang telah memberikan perjuangankan kita
Seperti tumbuhan bertahan hidup
Jalankan amanah tanpa mengikat rasa amarah

Ayahanda……
Tuluskan Hati teguh dalam jiwa
Engkau rela memberi pengorbanan
Abaikan tangan menggenggam tanpa lepas
Penuhilah kami melihat pemandangan yang indah

Ayahanda….
Terima Kasih atas memberikan nasehat kepada kami
Tidak bisa ku lakukan jika perbuatan tidak berkenang
Maafkan kami apabila kesalahan ku timpa
Serta kekurangan dalam ucapan bila salah kata
Peluklah kami dengan senang hati

Sukerela dalam Ketulusan Hati


Sukerela dalam Ketulusan Hati

M Ivan Aulia Rokhman

Hidup Sukarela……
Kini masalah telah ku hadapi
Kadang rakyat kita merasa pertolongan
Musibah mungkin menelan bangunan dan korban jiwa kita
Tuhan tolongkan kami memberikan bantuan dengan rasa ikhlas

Hidup Sukarela
Bantuan sudah datang untuk kita
Sungguhkan kami berbagi setulus hati
Hanya menerima terhadap rasa senang
Tiada daya memperoleh kesederhanaan

Hidup Sukarela
Seperti Daun telah mengugur
Luruskan diri dengan niat
Tekadkan diri demi keberhasilan
Bersama membangun kerukunan

Hidup Sukarela
Capailah kami keikhlasan dalam berbagi
Kebaikan sama dengan memperoleh amalan
Manusia hanya berbalas budi pada-Mu
Gapailah mimpi setinggi langit


Surabaya, 14 Desember 2015

Hujan Merendam Rasa Galau


Hujan Merendam Rasa Galau

Hujan telah menetes
Mungkin tak bisa beberapa lama air telah menetes
Urusan telah menunggu hingga melihat suasana seperti ini
Nggak bakal bisa terangi langit begitu saja
Memuliakan hujan akan membawa Rahmat
Abaikan langit telah menutupinya

Wajah sudah ku nantikan
Mungkin sampai kapan hujan telah berhenti
Ingatlah kembali setelah keluar dari suasana ini
Tak cukup untuk melakukan apa saja engkau mau
Bagaikan wajah meredam rasa malu
Do’akan semoga hujan bisa meringankan beban kami

Tidak sulit menunggu dalam suatu apapun
Kemanakah engkau pulang
Orang-orang telah menanti-Mu
Hilangkan rasa galau dalam hati
Membuka persahabatan sebagai penunggu terang dari hujan
Melewati air jika fisik semakin kuat
Hingga merindukan dari segala kendala ringan

Menulis dari sebuah Pengalaman Pribadi


Menulis dari sebuah Pengalaman Pribadi

Menulis memang berawal dari sejak sekolah dasar. Semulanya ada suatu yang begitu menyenangkan tetapi menulis apa saja tentu akan menjadi pengalaman pribadi bagiku. Kebetulan sehabis liburan semester saya dan siswa lainnya sengaja membuat cerita pendek yang kalian rasakan setelah mengisi liburan sekolah selama 2 minggu. Kebanyakan cerita pada anak membuat pasti bosan. Semestinya kebiasaan anak-anak cenderung sukanya bermain. Kalo kewajiban agama pasti nggak jalani juga. Ada seseorang berstatus kebutuhan khusus tidak sadar itu apa artinya kewajiban bagi umat muslim. Dan serupa bagaimana menulis catatan yang rapi.

            Padahal guru yang menerangkan pasti enak hanya saja siswa ABK jadi kurang faham. Aku coba berinteraksi pelan-pelan.

            “Krisna, kamu bisa mendengarkan materi guru?” Tanyaku dengan jujur.

            “AKU-BISA-MENULIS-DAN-MEMBACA” jawab Krisna terlalu pelan lambat.

            “Oke lumayan kalo Diana bagaimana?” Tanyaku menghadap Diana.

            “ama…ama….amuba….amma…..aiii…” jawab Diana juga nggak jelas ngomongnya.

            “Apa?” sentakku sekali lagi.

            “Aya….aya…amu….amu” Ujar Dina tak bisa ngomong secara normal.

            Dan ia langsung mengigit tanganku. Inilah aku membuat sedikit kecewa. Buku catatan ia ambil sengaja menceritakan hampir sehari di Sekolah. Sebelum menulis memang belum punya ide. Dari kecil dulu ia menghabiskan waktu main game sehari. Tergantung waktu peluang bagiku. Aku terheran dengan hasil tulisan yang kita tulis. Karena buku bentuk garis sebagai catatan dasar maka aku mengingat kata setelah menerangkan dan menirukan dari guru.

            Pertama saat menghabiskan liburan saya selalu kagum mendengarkan bareng ketika menirukan kata yang kita siapkan. Terus terang si Robby perilaku posesif banget. Apalagi sering bully sering mengalami masalah. Lalu waktu mengajar serasa punya action dan juga menggali kosakata. Sayangnya bisa faham walau komunikasi masih bullet sekali. Makanya aku selalu mengingatkan pada orang tua dan sahabat untuk melatih serapan itu. Saya selalu menuliskan yang kita dengarkan. Secara pribadi menulis sebagai pengalaman pribadi.

            Menulis sebagai pengalaman pribadi sudah melakukan secara luas. Apalagi para kalangan profesi juga menguatkan ide lewat tulisan itu bahkan ada meminimalisir dari apa yang tentu capai. Tujuan menulis sebagai pengalaman pribadi untuk menjadi daya ingat kuat selama mengingat peristiwa selama sehari dan juga sebagai membuat cerita dengan begitu luas. Jadi tak mungkin malas menulis juga menurunkan kebiasaan sehari. Beberapa di antaranya siswa pasti mengambil cita-cita lain selain penulis.

            Beruntung belum ada anak ABK yang berbakat dalam sebuah kepenulisan. Jujur belum tahu apa sebenarnya aku menjadi seorang penulis fiksi. Hal diketahui aku memang pertama jadi penulis sebenarnya karena ada inspirasi yang harus ku kejar apalagi dari segi menghibur dan menemani.

            Dari SMP sudah menerima amanah untuk membuat ringkasan yang terdapat pada al-qur’an dan juga makna dari isi tersebut. Dari beberapa siswa hanya aku yang mengubah ke dalam sastra. Padahal aku jadi multimedia. Karena belum bisa mengolah sistem informasi dari multimedia. Maka saya memutuskan untuk menjadi seorang penulis. Penulis itu menentukan bakat dan minat dalam aktivitas sehari-hari.

            Tiba-tiba teman saya belum tahu cita-cita menjadi seorang penulis yang handal. Serupa teman sebaya sebagian dari manapun tergantung dari kebiasaan waktu. Cuman aku menyangka ingin mengejar penulis nasional menekuni kreatifitas. Ingat aku mendapatkan nasehat dari Mas Raditya Dika

            Menulis itu bermula dari mood dan juga kegelisahan hidupmu. Jadi buat yang ingin berkarya. Tuliskan pengalaman lho selama sehari yang anda lakukan. Tulis sebanyak mungkin tentu akan menhasilkan sebuah karya yang siap dibaca.

            Menulis pengalaman pribadi menjadi bahan ide sehari. Satu hari perlu satu tulisan. Artinya hanya bisa menyerap dan menangkap rangsangan dari otakku. Apalagi bisa mengatasi stress apapun. Menulis sebagai pengalaman pribadi akan kemungkinan alasannya seperti apa.

1.      Tuliskan pengalaman yang anda lakukan selama sehari penuh

2.      Melatih kebiasaan menulis setiap hari

3.      Jangan semata-mata melihat hasil tulisan orang lain

4.      Menciptakan kreatifitas

5.      Dan sebuah imaginasi terhadap ide

Tak betah kehidupan ini serba berusaha tentang perjuangan pribadi. Resiko atau nggak tentu membawakan pengorbanan. Ada salah satu narasumber yang nasional banget. Bunda Asma Nadia selalu memberikan arahan dan petunjuk bagiku menuju jalan yang benar.

            Menulis nggak hanya ilmu melainkan hasil tulisan bisa terbalas amal jariyah yang memberikan bagi orang yang nggak mampu. Targetku masih gagal serta mana tekadnya. Sampai sekarang tanggung jawabku selalu berbohongi pada orang tua. Jadi ada menanyakan beberapa hal.

            “Ivan, mengapa kamu jadi seorang penulis”

            “Karena aku berawal bertemu dengan Raditya Dika dan mengenai pertemuan di kampus islam negeri membuat mengejar impian.”

            Sampai sekarang aku ingin menerbitkan beberapa karya yang menghasilkan sebuah memory dan peristiwa yang kejar hingga nggak bisa ku terhenti.
Surabaya, 7 Maret 2016

Raditya Dika of Inspiring a Writer


Raditya Dika of Inspiring a Writer

Sebelum memasuki jenjang SMA aku mengisi waktu menuntut ilmu di kampus. Tujuanku agar biar bisa mencari teman serta menggali ilmu dari pemateri tersebut. Pada saat itu saya mencoba menonton serial Malam Minggu Miko di laptop Nazar. Setelah mencoba tontonan tersebut akhirnya aku sudah menemukan titik utama terutama pada hikmahnya. Pertama-tama sengaja pergi ke kampus B Universitas Airlangga. Katanya ada seminar sekolah kepenulisan ilmiah. Walaupun aku mencoba jadi penulis bisa menerima ilmu dari narasumber tersebut. Sebelumnya saya nggak sengaja mengenakan seragam karena mencoba hal untuk menjaga nama sekolah. Bukan melakukan sekolah formal kayak biasanya.

            Tak terasa ilmu sudah menyerap padahal seru sih mengkaji bedah buku Qur’anomics. Itu buku berisi kombinasi antara al-qur’an dengan ekonomi. Isi buku pun beragam yaitu mempelajari Al-qur’an sebagai pedoman hidup tetapi mendalami ekonomi dalam kehidupan pada zaman islam. Nggak hanya itu ada juga mengisi materi tentang cara menulis ilmiah terhadap karya tulis ilmiah. Peserta sebagaian terpisah karena panitia memang sengaja menata rapi biar nggak terjadi interaksi antar sejenis. Sepulang dari seminar aku sudah mendapatkan pencerahan dari apa yang kita peroleh sebagai seorang penulis yang handal. Terus-menerus kita coba.

            Tiba-tiba ada seminar Kreatif Menulis Rejeki tak akan habis yang diselenggarakan oleh Sastra Inggris UINSA. Baru-baru ini aku sengaja menuntut ilmu demi bertemu dengan beliau saja. sebelum dimulai ia memainkan drama seputar pekerjaan sedang menulis apa saja. reaksinya buku, kertas, dan alat tulis lainnya berserakan di meja. Hingga perempuan paruh baya langsung reaksi marah terhadap apapun. Sedihnya aku terpaksa berada di atas karena dari kursi yang tersedia sudah terisi oleh audiens. Mas Raditya Dika telah datang. Duduk di depan audiens merasa bahagia apalagi reaksi emosi para audiens jadi pecah abis. Apalagi teriak tak akan terhenti.

            Mas Raditya Dika ini beliau Penulis, Artis, dan Komedian. Ia menghasilkan karya buku yang kita capai dan pernah menjadi Sutradara dalam Film Marmut Merah Jambu. Semula menulis itu berawal dari kegelisahan. Sengaja saja ia menemukan perasaan dialami pada gebetan. Baru pacaran beberapa jam seketika putus karena Mas Radith terlalu cemen. Nggak seperti itu padahal perlu mencari cara biar bisa menganggapi dari problematika tersebut. Serial Malam Minggu Miko menceritakan kehidupan Mas Raditya ketika malam minggu bersama dengan beberapa rekan lainnya dan Mas Anca naluri pembantu. Katanya Anca bagus banget serta lincah dalam menjalankan aktivitasnya. Sedangkan Mas Miko dan Mas Dovi hanya malas-malasan saja.

            Mengenai menulis itu menghidupi ide ada 2 yaitu menggali ide, dan menggali ide lewat tulisan. Seperti menuliskan scenario dari adaptasi novel Marmut Merah Jambu. Sudah bisa memeragakan adegan dan setting terhadap naskah tersebut bisa sukses. Apalagi pemeran sudah bagus menghibur dan menemani. Mas Radith menantang para audiens untuk menuliskan pengalaman audiens yang pernah mengalami kegelisahan pada saat itu. Apalagi dengan problematika itu. Serasa aku sudah menemukan ide dari pengalaman yang berkompeten. Tiba-tiba aku bertemu dengan Mas Raditya Dika dengan sepenuh hati. Anehnya ketika ketemu Mas Radith menanyakan kegelisahanku

            “Eh Siapa namamu?” Tanya Bang Radit dengan jelas.

            “Ivan!” Jawabku sedikit gugup

            “Siapa namamu?” tanya lagi Mas Radith dan sambil menertawakan audiens.

            “IVAN!!!!” jawabku serentak.

            “Oke tunjukkan kegelisahan yang pernah anda rasakan” ujar Bang Radith sambil memberikan penjelasan pada aku.

            “Gini Mas ada 2 peristiwa yang mengalami kegelisahan. Yang pertama soal kesedihan ketika ada persoalan saat melawan teman-teman. Dan judul yang sempat ditanyakan….”

            “Oh Gitu tapi mau tanya. Apa itu YOUNGEST OF THE DEAR”

            “Termuda dari yang terhormat……”

            “tapi kok nggak jelas judul itu.”

            “Kan Mas sengaja dari kehidupan remaja itu.”

Karena interaksi semakin banyak akhirnya aku sudah berterima kasih banyak atas anugerah yang kita capai. Seolah-olah aku bisa kembali ke sisi tersebut untuk menjadi pedoman sahabat terinspirasi. Karena sudah bisa bertemu Mas Radith memberikan hadiah bagiku. Hadiah ini sebagai tanda terima atas keteladanan yang penuh agung dan mulia. Sepertinya waktu sudah larut. Sebelum pulang membagikan doorprize tersebut dan salah satu seorang yang beruntung. Tak mungkin banget bagaimana bisa mencapai seperti ini. Sepulang dari kampus aku sudah menemukan titik cahaya hasil dari catatan tadi. Tak menyangka aku setelah bertemu dengan beliau akan menjadi makna bagiku. Lebih bingung lagi aku terpaksa membeli buku di Gramedia karena nggak sempat membeli serta soalnya uangku habis buat membayar tiket agenda di Kampus UINSA. So inspirasi telah mengambil makna. Dari segi agenda bagus banget hanya saja mendapatkan pengalaman yang begitu luar biasa. Terima kasih Mas Radith telah membantuku dalam petualang mencari kehidupan yang begitu sempurna. Rajin menulis dan membaca.
SURABAYA, 6 Maret 2016

Saturday, 5 March 2016

Taman Pelangi

Taman Pelangi

Taman menyerupai pelangi. Tak akan berati pemandangan bagaikan kelingkupan pada keindahan. Bahkan sungai mengalir tak pernah berhenti. Pohon begitu menyejuk. Terdapat pada oksigen yang menyerap udara manusia. Langit terpandang cerah tak pernah kunjung berhenti

Taman pelangi serupa dengan pemanfaatan wahana yang luas walaupun terbatas jauh. Keindahan membawa estetika hidup. Warna menyerupai makna kehidupan. Alangkah indah luas pemandangan sangat memukau. Naik setinggi langit. Lama-lama jadi bukit

Pelangi menetes air yang jatuh. Air bisa mengatakan sebagai mengalir do'a. Do'a dalam air tak bisa melihat sisi dari sisi. Hanya melihat keragaman aneka tanaman hijau, berbunga-bunga yang mekar. Serta menghidupkan suasana yang nikmat. Seakan-akan semua akan terpandang oleh seluas mimpi. Bagaikan samudra mimpi yang mempertemukan alam sejuk serta mengagumi tata sunyi dan senyap.

Surabaya, 6 Maret 2016

Friday, 4 March 2016

Koala Kumal

Koala Kumal

Koala mengisahkan banyak hal
Binatang berkeliling ketempat abaikan keliling dunia
Seolah olah koala tertidur hanya pagi hingga sore hari
Malam hari hanya melihat aktifitas yang kalian lakukan
Cerita tentang perjalanan seorang sahabat
Mungkin hanya sebutir kacang mudah memecahkan jika merasa bersalah

Kini hutan hangus dalam kehilangan harapan
Koala terasa sedih melihat penderitaan yang begitu hampa
Tiada kembali dalam rumah kita
Tenggang merasa haru serta menetes air mata
Binatang tak bisa menikmati dengan sendirinya
Mau bagaimana lagi yang perlu ku lakukan demi membahagiakan dirinya

Tak terasa perpindahan demi perpindahan telah mengobarkan perjuangan
Semangat terus ku pereratkan rasa empati
Sebuah perjalananan akan menentukan keteguhan diri
Atau mengorbankan diri dalam sebuah persahabatan
Berusaha untuk menambah keceriaan hanya dapat saja

Surabaya, 5 Maret 2016

Bulan Terbelah di Langit Amerika

Bulan Terbelah di Langit Amerika

Amerika telah menghancurkan jejak islam
Saat ini warga mengaksikan anti islam yang sebenarnya
Sejujurnya Islam itu bagaikan teroris merusak suasana agama syariat
Tuhan tidak suka membinasakan bagi orang dholim
Sejak bangunan runtuh sebagai saksi dari kita
Bagaimana lagi menunaikkan ibadah di Amerika dengan seadanya

Hidup terbelah namun suasana semakin berbeda
Tak akan mungkin bisa menyatu lagi bila ada masalah yang terkait
Sebagaimana pula islam bisa kembali dengan sempurna
Jawaban belum ada pasti
Semenjak bangunan runtuh
Akan mempengaruhi sejarah islam terpandang di Amerika itu
Warga mengaku tidak suka dengan muslim
Karena pernah menjelajahi beberapa negara dan sebenarnya apa tujuan menegakkan islam secara kaffah

Perjuangan Islam semakin erat
Tak peduli aturan yang berlaku
Untuk menghancurkan sekulerisme
Demi membanggakan amerika
Ternyata pernyataan itu salah
Namun juga hargai agama yang kita menganut
Sesuai dengan keadaan kita
Bulan menghinggapi ketenangan
Allah akan memberi apapun yang terkandung dalam kami
Senantiasa alangkah baiknya
Apakah dunia lebih baik daripada islam

Kamis, 3 Maret 2016

Wednesday, 2 March 2016

Pandangan Merah

Pandangan Merah

Merah menyimpang kejahatan yang merela
Di antara mereka meremehkan kebaikan kita atau amunisi
Bagian ini hanya serupa dengan setetes darah
Mungkin merasa penderitaan akan semakin perih
Jika tak bisa berlari dari tempatku
Tiada berdaya kekuatan sekadar mampu

Hidup mengisi kebebasan tanpa perintah
Kadang juga merasa negara ini merebut kekayaan serta kekuasaan
Berati orang lain merasa kecewa atas kemenangan yang kita dapatkan secara paksa
Seolah-olah tak punya uang untuk memenuhi kebutuhan hidup
Tiada lagi kapan bisa menolong dalam situasi darurat

Tuhan berikan pembalasan kepada orang kafir
Ia pantas menghancurkan orang yang lemah lembut
Tanpa sebutan apapun
Hancurkan merah sebagai perusak harapan
Selamatkan kami dari penyiksaan
Selamatkan korban kami telah mati peperangan
Masuklah surga bagi penyelamat hidup
Tuhan akan berjanji akan memperbaiki dari segala hal
Tiada lagi ancaman yang mengancam kita

Bendera menyelimuti api
Suasana semakin berantakan
Entah kapan bisa kembali
Hanya tunggu sesaat jika damai dan tentram
Sejahterakan negara dan suasana ini

Surabaya, 2 Maret 2016

Tuesday, 1 March 2016

Gelas Kehidupan (2)

Gelas Kehidupan (2)

Mungkin setetes darah menjadi penderitaan
Tiada berati dari semua keindahan yang miliki
Kadangpula isi putih mengaliri kebaikan
Hanya saja warna akan selalu mengubah dalam setiap gambaran
Mengapa hidup dengan hasil dengan sia-sia

Tak jelas masa harapan telah berjalan
Ternyata hanya hasil setengah persen
Gaya menjadi pengaruh pada perbuatanmu
Tuhan tak bisa memberikan petunjuk bagi orang yang kikir
Untuk apa melakukan kegiatan yang sia-sia
Seolah-olah perasaan akan menurun bila terjadi sewaktu-waktu
Ibadah mungkin belum bisa menekuni
Hanya amalan terhadapan perbuatan manusia

Kini air menghasilkan tetesan air
Seperti tangisan yang tak pernah berhenti
Jika menghilangkan orang yang kita sayangi
Atau melepas dari ketinggalan jauh
Mungkin tali putus dari kemenangan
Dari sudut pandang bahwa
Manusia mempengaruhi amalan serta perbuatan
Hanya tuhan akan menentukan bagi-MU
Semua akan berjalan jika menghambat

Surabaya, 29 Februari 2016

Pandangan Buruk

Pandangan buruk

Tak tahu mengapa sering mengodaku seperti ini
Apa sebenarnya terjadi pada perbuatan-Mu
Seolah-olah masalah tak bisa teratasi dengan sebaik mungkin
Hidup hanya sia-sia
Akan selalu membawa putus asa serta hati yang meleleh

Seperti api yang menyala-nyala
Akan selalu mengancam dari kesenangan
Sengsara mungkin terus menerus entah tak bisa berkompromi
Rokok mengambarkan segala keburukan yang menderita
Depresi membawakan masalah bagiku
Allah tak akan memberikan petunjuk
Bagaikan azab yang pedih
Perasaan semakin memucat
Kulit menghitam tak bisa menemui sesaat

Merah makna dendam
Serupa kafir mengingkari kebaikan yang ku rasakan
Seakan-akan sombong sebagai pendiam serta keserakahan
Tak ada arti nasehat selalu tertinggal
Dengki mendorong kebencian
Hasud selalu melakukan kepasrahan
Ketidaktahuan apa arti sebenarnya
Lupa akan mengingat apa-apa
Hidup tak adil selalu kecewa

Surabaya, 1 Maret 2016

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...