Friday, 11 March 2016

Sahabat Mulia

Sahabat Mulia

Setelah lama menemani teman
Akan sebuah perjalinan persahabatan
Bagaikan tali tak pernah putus dari harapan
Tuhan akan selalu memberikan terbaik untuk teman sejati
Keinginan akan selalu terbuka
Bersama untuk melangkah
Hanya mempertahankan jadi seorang sahabat.
Mengagungkan dan memuliakan akan sebuah anugerah diri menjadi impian
Daun bertumbuh hingga meluas
Walau tetap menyambung perkataan kita

Seperti Tuhan menciptakan perteman tanpa hidup sendirian
Sendiri seakan-akan menjadi kekecewaan bila tiada berdaya bagi hidup-Ku
Sahabat telah memberikan makna bagi kehidupan
Kuatkan emosi serta kuatkan hati kita dari semacam godaan
Seolah-olah godaan hanya bisa terjadi bila untuk pertentangan antar teman

Bukan sahabat menjadi musuh
Melainkan sahabat bisa melakukan bila bersama meraih mimpi
Perlukah mengingatkan pada sesama teman
Ataukah saling tolong menolong terhadap teman
Atau mungkin akan rela berkorban dan tabah demi melindungi
Ini merupakan melatih keteladanan bagi sahabat sejati
Sesungguhnya sahabat tak bisa memilih
Serta memenuhi keagungan dan kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa
Bersama meraih mimpi
Serta menambah rasa persaudaraan
Daun tak pernah gugur hingga menetes air terakhir

Surabaya, 11 Maret 2016

Untuk sahabat mulia
Kak Ria Filoshopia

Perempuan Manis

Perempuan Manis

Perempuan secantik matahari
Adapun perempuan secantik pelangi
Bagaikan cahaya yang bersinar
Serta begitu halus dan lembut
Bagaikan suci dan batin
Abaikan wajah cantik berbinar-binar penuh berwarna dan berseri
Suara yang begitu manis serta pipi yang lucu
Keagungan dan keteladanan dalam sebuah inspirasi

Perempuan manis memerahkan pipi wajah lucu
Seperti boneka memeluk bahagia
Kepekaan akan mengubah pada-Mu
Manis seindah laut melayang ke atas awan
Senyuman yang begitu sedekah
Serta melemahkan dalam tiada berdaya bagi-Mu
Tiada malu untuk mengungkapkan perasaan
Tetap menjadi perempuan sebagai anugrah yang terbaik
Penjamkan mata renungkan apa yang kita rasakan
Ketika engkau sebagai wanita terpandang oleh-Nya

Perempuan manis menerima rasa simpati dalam hati
Tiada bisa seunjuk keberanian
Tingkatkan amalan yang setiap jalani
Hanya niat untuk berani tampil lebih berbeda
Seperti bunga bermekar dimana-mana
Hingga melayang ke langit
Perempuan bagaikan bidadari yang terbang melayang ke angkasa
Sejukkan hati dan fikiran
Dari segala penyakit dosa

Surabaya, 11 Maret 2016

AL-QUR'AN

Al-Qur'an

Kitab suci diturunkan oleh Nabi Muhammad SAW
Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagai manusia
Serta memberikan petunjuk bagi orang beriman dan bertaqwa
Baca Al-qur'an untuk menumbuhkan amal
Serta menunjukkan suara indah yang terdapat dalam melantunkan ayat suci
Ayat akan terasa mengambarkan bagi terpenggah sejarah islam
Kuasainya Al-Qur'an akan merasa sejuk dan santun

Jangan biarkan kitab suci sebagai kejelekan dalam pedoman hidup manusia
Dari lahir engkau bisa menumbuhkan serta mengenal al-qur'an
Al-Qur'an terdapat juz, surah, dan ayat dalam setiap lembaran
Bacalah satulah huruf bisa mendapatkan 10 kali lipat
Walaupun menjalankan sehari seumur hidup
Hingga tak bisa berhenti dari suatu apapun
Bila terjadi sesaat mungkin
Sejukkan hati tenang untuk mengobati rasa stress
Al-Qur'an menjadi penyejuk hati dan fikiran
Bagaikan lembaran penuh hikmah serta bermakna

Sejak romadhon melahirkan al-qur'an
Sebagian tulisan sebagai ukiran seni
Kuatkan kitab ini dari segala dosa yang melanda manusia
Tegakkan sholat serta tunaikan zakat
Sebagai tiang agama bagi kita
Mengalir sungai dan pemandangan begitu sunyi dan senyap
Hanya Allah akan memberikan keselamatan dari siksa api neraka

Surabaya, 12 Maret 2016

Thursday, 10 March 2016

Menunggu

Menunggu

Seseorang akan meninggalkan sebelum kembali
Tak berapa lama sampai kapan engkau kesini
Serasa menunggu hanya beberapa sesaat
Lama atau sebentar menjadi pertimbangan
Terhadap perilaku manusia yang terbaik
Luangkan waktu untuk bernafas secara hembus sambil engkau datang dariku
Manfaatkan sabar sebagai cobaan
Serta menjalankan rintangan dengan tulus dan ikhlas

Tunggu dalam beberapa saat
Ketika menunggu emosi tak bisa bereaksi
Tetapi seakan mungkin tak bisa lama lagi hingga keluarga telah menjemput kamu
Kadang menunggu tak harus melakukan apapun
Melainkan terimalah amanah dari seseorang
Tiada menunggu akan menjadi kecewa terhadap waktu
Kesenangan sebelum emosi merendam amarah
Dalam perkataan dan perbuatan
Nikmati suasana ini dengan mendengarkan alunan musik yang indah

Menunggu bila engkau berjumpa
Setelah tak lama bertemu dengan kalian
Ataukah mengingat pada tuhan bila manusia telah berwafat
Menunggu juga menjadi sebuah pandangan yang begitu bisa terlihat
Alangkah kebaikan tuhan akan menerima cobaan bagi manusia
Untuk mengabadikan diri dari sebuah godaan
Menunggu juga sebagai renungan diri dalam kehidupan ini
Tuhan sejukkan hati merinding sunyi
Hingga malam menghampa sepi

Surabaya, 10 Maret 2016

Muslimah Mulia

Muslimah Mulia

Abaikan muslimah cantik dan mulia
Bagaikan bunga mawar semegah cahaya bagi perempuan
Perempuan juga sebagai mengagungkan dan memuliakan bagi orang yang beriman
Sejukkan hati menetes air sungai
Bagaikan aroma bunga yang harum dan wangi

Perempuan cantik menata kehalusan
Tegakkan allah dalam niat diri
Tanggung jawab serta dapat dipercaya
Haluskan suci dan warna selalu bersinar
Indahkan iman dalam lahir
Dan juga batin dalam hati
Hindarkan kesalahan dalam perkataan hingga perbuatan
Lemahnya pandangan terhadap sudut pandang
Teguhkan karir sebagai hak diri bagai wanita
Indahnya kebersamaan dalam persahabatan
Lemah lembut menyerupai suara begitu bagus
Selalu mengingat allah untuk mengampuni dosa dalam godaan
Kenakan kerudung untuk penutup kesalahan dalam hati dan fikiran

Perempuan mulia juga memesona
Keindahan telah menambah keselarasan
Jalankan kewajiban sebagai hak hidup
Jagalah diri dari segala perkataan yang tak di inginkan
Menjalankan amanah bagi seorang
Cantik dalam setiap saat
Seperti air yang memancarkan hati yang bersih dari noda
Cahaya akan selalu berbinar-binar dalam setiap hidup
Hanya memancarkan cahaya putih sebutir surga
Teguhkan kesabaran
Jadilah perempuan yang sholeha
Sehat akal dari fikiran dan kecerdasan
Catatan menjadi saksi baginya
Menuju jalan yang benar

Surabaya, 10 Maret 2016

Untuk sahabat mulia
Kak Puput Khumairoh

Wednesday, 9 March 2016

PREMAN TELADAN

Preman Teladan
Di Semarang ada seseorang yang bernama Agor. Pria SMK sengaja menekuni bidang komputer. Sehari-hari ia membiasakan keluar rumah tanpa seizing orang tua dan juga selalu meminta uang pada orang tua. Tak menyangka Agor berakrab dengan teman preman di Kampung sebelah. Agor berjalan menuju ke Warung dengan membawakan sebatang rokok. Sedangkan Ila sedang jalan sambil berjualan kue. Saling bertabrakan akhirnya Agor tidak menolong Ila untuk membantu kue yang berkeliaran.
            “Agor, bantuin dong” kata Ila menolong pada Agor.
            “Ihh…. Ngapain nolong. Menata kue sendiri. Wanita kampungan.” Bentak Agor tidak peduli
            “Agor kok gitu ngomong gitu” gumam Ila sedikit sedih.
            “Sudahlah bantu orang sana. Aku pergi dulu dan kue itu jijik.” Agor meninggalkan Ila lalu menginjak kue untuk berjual.
            “Agor!!!” sedih Ila dengan kecewa karena satu kue telah terbelah dan berusaha menata kue ke keranjang.
            Sampai disana ia bertemu dengan gang sebelah sambil melakukan rokok di sekitar warung. Teman-teman Agor sangat metal banget. Setiap jam Agor selalu melihat perbuatannya. Saking tidak punya niat baik untuk memperoleh apapun akan menjadi sebuah emosi yang meninggi. Hampir malam larut Agor terus nongkrong dengan teman di Warung. Ibu sangat kecewa dengan Agor. Sebab khawatirnya anak malah tidak sekolah besok.
            Satu-persatu ucapan pun sangat kasar banget apalagi pergi ke sebuah hiburan malam yang sangat di lewatkan. Agor pergi ketempat hiburan dengan menaiki sepeda motor. Pria bertopi berjalan sambil menyalakan knalpot bising yang sangat menganggu keributan warga. Ila pulang dengan membawakan hasil uang sekitar Rp 80.000 sebagai uang saku sekolah dan kebutuhan sehari-hari Ila. Sedangkan Ibu menunggu Agor pulang. Walaupun masih larut ia terpaksa pagar tidak terkunci hingga Agor pulang.
            Gadis ini serius mengerjakan dan membaca soal yang kerjakan untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional. Khawatirnya nasib Agor malah pelancur. Tanpa berfikir panjang ia segera tidur dari kasurnya untuk menjalani esok hari.
            Sampai di tempat hiburan Agor dan teman-teman mengunjungi tempat menyediakan minuman keras tersebut. Sementara teman-teman sendiri mencari cewek yang begitu seksi. Saking ketagihan ia memanggil pelayanan hanya memesan minuman itu.
            “Mbak, sini” Agor memanggil pelayanan dengan murah hati
            “Iya anda bisa bantu.” Jawab Pelayan dengan biasa
            “Aku mesan minuman yang enak” Ujar Agor dengan santai
            “Ini minumannya Mas.” Pelayan menerima pesanan ke dalam meja konsumen tersebut.
            “Terima kasih cantik.” Senyum Agor meninggi sekali
            Minum dengan sepuas mungkin akan terasa reaksi dari minuman ini akhirnya Agor ingin menambah lagi minuman sampai ketagihan. Teman-teman lainnya pada asyik berdansa dengan cewek. Suasana makin santai hampir berujung razia. Polisi datang sambil menangkap pelaku PSK serta pelayan toko itu. Tidak punya pilihan lain teman-teman Agor segera pergi dari tempat itu.
            “Hey mau kemana?” Tanya Agor dengan wajah mabuk
            “Aku mau pergi. Maafin aku ya sementara ini kau tidak berteman lagi selamanya. Sampai jumpa.” Jawab teman-teman Agor sedikit sadis.
            “Tidak!!!” keras Agor hingga tak bisa berlari
            Akhirnya Agor ditangkap oleh polisi lalu memeriksa kasus di Kantor Polisi. Beberapa menit kemundian kini ia berada di penjara selama beberapa bulan. Tiada punya jalan lain selain bermain bareng teman sampai perilaku makin berbeda. Ini hanya bisa menjalankan masa penjara dengan memerlukan emosi wajahnya. Ila segera bergegas menuju sekolah dengan menaiki sepeda keranjang. Perjalanan menuju ke Sekolah cuman sebentar saja langsung sampai tepat waktu. Sampai di Kelas, Ila fokus dalam pembelajaran.
            Jam istirahat tiba Agor terasa tidak Nampak di Kantin. Menolah-noleh orang Ila menanyakan mengenai keberadaan dan keadaan Agor.
            “Gerald kamu lihat Agor?” Tanya Ila kepada Gerald soal keadaan Agor
            “Oh ya kini Agor masuk di Penjara.” Jawab Gerald dengan jujur.
            “Astaghfirullah. Kok bisa?” kaget Ila sedikit shock.
            “Aku baru saja tadi malam Agor menangkap polisi karena ia menikmati di Tempat Hiburan jadi ia terpaksa menjalankan masa penjara gitu.” Jelas Gerald secara benar.
            “Ya sudah makasih Ger.”
            “Kenapa Ila. Kok sedih gitu?”
            “Nggak papa.”
            Baru tahu keberadaan dan nasib Agor membuat Ila jadi kecewa. Seiring waktu terus berjalan kekecewaan semakin prihatin terhadap sahabat itu dan ingat kejadian sebelumnya.
            “Agor, bantuin dong”
            “Ihh…. Ngapain nolong. Menata kue sendiri. Wanita kampungan.”
            “Agor kok gitu ngomong gitu”
            “Sudahlah bantu orang sana. Aku pergi dulu dan kue itu jijik.”
            “Agor!!!”
            Lupakan kejadian itu lalu lanjutkan pembelajaran berikutnya. Yang makin enak ia mengerjakan tugas kelompok. Sambil presentasi tentang bagaimana gambaran kinematika akan menjadi senang. Seiring membawa kesenangan Ila jadi memukau. Sepulang sekolah ia memaksa pergi di Kantor polisi.
***
            Kini Agor perasaan mengubah menjadi keteladanan seorang ulama. Ia menjalankan pembelajaran agama di lapas tersebut membuat pemahaman jadi bertambah. Jadi ia menjalankan perintah dari Allah
3 Tahun Kemundian
Agor kini telah bebas dari penjara setelah menjalankan masa di Penjara sambil bergaul dengan sesama lapas akhirnya ia pulang ke Rumah dengan berjalan kaki. Jalan kaki membuat suasana kota semakin lega nafas. Ila bertumbuh besar dan mengenakan kerudung akhirnya bisa apa saja. tiba-tiba bertemu di Jalan.
            “Agor!” Sapa Ila
            “Ila!” jawab Agor dalam batin dan berpelukan.
            “Kamu kemana saja?” tanya Ila sambil memeluk Agor.
            “Maafin Agor ya. Aku memaksa menjalani masa perbaikan di Penjara. Jadi aku bisa menjalankan dengan setulusnya.” Sahut Agor sebelas ikhlas.
            “Agor mari pulang dan minta maaf dengan Ibumu.”
            “Oke Umi. Kamu cantik deh.”
            “Ihhh apain sih lho.”
            Karena bisa bertemu kembali perbuatan sudah beda. Maka ia memutuskan untuk berminta maaf kepada Ibu atas pemberaniannya kepada Ibundanya. Tiba di Rumah ia terasa haru kembali dalam menyambutnya. Agor langsung memeluk kaki Ibu.
            “Ibu maafin aku atas kejadian ini.”
            “Ya sudah nggak papa. Kamu sudah bertobat padamu. Ingat kamu selalu membantu pekerjaan Ibu ya.”
            “Baik Ibu. Aku akan menjalankan semua segala yang harus lakukan.”
            “Sudah Adzan. Yuk kita pergi ke masjid buat melaksanakan sholat maghrib.”
            “Baik!”
            Perbuatan dosa terasa menghilang. Agor memulai aktivitas dengan sebaik mungkin. Lupakan dengan segala apa adanya. Allah akan memudahkan petunjuk bagi orang yang beriman. Kuatkan iman.


SURABAYA, 9 MARET 2016

Cahaya Garis

Cahaya Garis

Garis menghidupi sebelah garis tanpa melihat nyata secara tak kasat mata
Dimensi menghidupi ingatan sekiranya tak mampu bisa mencari jalan keluar
Seolah-olah garis mengombinasi serta membentuk apa saja terluas sepanjang masa
Tiada hampa mengapai keresahan dalam hidup
Walau cuaca tak jelas terlihat
Serta tiada satupun memunculkan suatu apapun kecuali suatu dimensi

Garis menyerupai keindahan sangat memesona
Keajaiban akan menggambarkan makna kehidupan pada manusia
Abaikan segi tiada batas
Hanya tuhan yang menentukan
Sendiri tanpa mencari apapun
Meski lari tak bisa keluar dari-Mu

Hati selalu sabar
Renungkan fikiran segaris impian seluas cahaya
Tak hingga jumlah dari seluruh aspek hidup
Tiada berati bahwa langkah demi langkah akan selalu membawakan jalan
Panjang pendek meluaskan diri berekspresi
Bebaskan kreatif-Mu

Surabaya, 8 Maret 2016

Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari Total

Fenomena sering terjadi dimana-mana
Matahari tertutupi dengan bulan berwarna hitam yang gelap serta tanda dari tuhan
Peristiwa akan menjadi sebuah saksi bagi semesta
Gerhana Matahari Total terjadi sewaktu-waktu
Merasakan seseorang melihat dari atas dengan keindahan alam

Gerhana Matahari Total
Mungkin peristiwa ini bermakna buruk
Ataukah sebuah kebohongan
Semua tahu gerhana matahari dari menggali kepercayaan sebuah tuhan
Gelap tak bisa melihat-Mu
Sosok jahat menelan matahari
Hingga tak bisa memandang dari setiap cahaya
Selamatkan kami dari kegelapan

Gerhana Matahari Total
Sebagai tanda peringatan pada umat manusia
Peristiwa terjadi ketika takut pada orang
Seperti manusia tidak melaksanakan kewajiban
Tuhan memberikan peringatan serta membawakan kabar gembira
Semata-mata pandangan mata selalu melirik setiap terjadi
Fenomena ini sebagai memberikan positif bagi kita
Renungkan bahwa tiada cahaya serta hidupkan kembali dengan mengingat pada Tuhan yang Maha Esa

Surabaya, 9 Maret 2016

Tuesday, 8 March 2016

Puncaklah Langit

Puncaklah Langit
M Ivan Aulia Rokhman
Langit melihat udara yang segar
Bagaikan angin menghembus alam
Sejukkan hari meraih semangat dalam senyuman
Kejarlah harimau sampai meraih impian

Abaikan sahabat bagai kepompong
Manusia terbang menyentuh langit dan bumi
Saat kita melepas jauh perantara tumbuh sejuta pohon
Puncaklah gunung tak pernah memandang ke bawah

Mengobarkan semangat terhadap Negara
Kuasailah ilmu pengetahuan dan teknologi
Tak bisa berjalan mundur seperti melangkah masa lalu
Cahaya menjemput-mu di Syurga

Langit Syurga di iringi air terjun mengalir ke bawah
Sabar bagaikan menghadapi cobaan
Seperti air meluas setinggi langit dan bumi
Lihatlah bintang memuncak masa depan nanti

Surabaya, 5 Desember 2015

Perempuan Setia

Perempuan Setia
M Ivan Aulia Rokhman
Wahai Perempuan
Kemuliaan selalu menjaga diri
Bagaikan bunga yang berbinar-binar
Wajah cantik sewarna mentari
Pelangi menggapai sejuta makna
Jalankan tantangan dengan sabar dan tabah

Wahai Perempuan
Cantik menyerupai langit yang cerah
Abaikan awan menyelaraskan hati dan fikiran
Seolah-olah senyuman mencapai sedekah
Tali tiada putus sebelum menyampaikan pesan dari-MU
Selalu menemani sahabat yang setia

Wahai Perempuan
Kupu-kupu terbang mengelilingi ke langit
Menghampiri wanita penuh teladan
Menjadikan perempuan yang sholeha
Dengan berani dan bertanggung jawab
Merah muda menyerupai keindahan

Pulang


Pulang

M Ivan Aulia Rokhman

Pulang tempat kembali ke asal

Seolah-olah bagaikan sungai mengalir tak akan berhenti

Jam semakin memutar mengelilingi planet searah jarum jam

Maju tiada berhenti hingga akhir waktu



Pulang menempuh perjalanan balik tak kembali

Hanya tangisan menggapai butiran pekerjaan

Ku lanjutkan pada esok hari

Mengimbangkan do’a ku panjatkan dalam kemudahan-Mu



Pulang walau perjalanan waktu semakin cepat

Tak bisa kembali di masa lalu

Orang di sayangi telah menunggu-Mu

Kembalilah aku menuju jalan terang-menerang



Pulang gelap menyinggung datangnya malam

Abadi sejuta daun tumbuh begitu layu

Hingga lama tak bisa melangkah jauh

Inilah disebut kembali setelah berlama betah di sana



Surabaya, 5 Desember 2015

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...