Friday, 8 July 2016

Sahabat Bercerita Padamu

Sahabat Bercerita Padamu

Engkau mudah kan ini menyapa wajahmu
Sambil memeluk ketika berjumpa denganmu
Lama terjalani oleh suatu hidup
Bergapaian bintang suara telah berbicara
Harga manisnya teman
Hinggaplah berbagi antar sesama

Teman terbaikku
Selama waktu yang menempuh banyak cerita
Adanya tertetes air mata di pipi kita
Lihatlah langit yang cerah
Memesonakan hari yang indah
Mengupaskan tanda kebaikan
Sebelum terlanjur setitik itu

Teman Terbaikku
Tetap setia dalam menit
Bagaikan air ternolehkan suci
Hilangkan sejenak sambil mengejar mimpi
Jangan tinggalkan kami

Jember, 3 Juli 2016

Kegelapan dalam kata

Kegelapan Dalam Kata

Bulan Purnama tertutupi oleh Awan Hitam
Kota terhinggap sepi bila terlewati cahaya malam
Tidak sanggup bila terendap oleh nafsu
Tubuhku mengerikan sekali bila bergumam
Salahku menyangka bila semua telah merangkahkan kejam
Kata dalam nasehat lumpuh oleh ingatanku

Belenggu ancamkan hati merahasiakan sesuatu
Merayap mayat kubur dalam mati
Senang tidak bisa hidup lagi jika bangkit dari tanah
Berlama-lama terasa kelaparan serta kehausan
Hujan membasahi darah menancap luka tubuh
Misteri teranggunkan buah wajah menakuti kamu

Kata-kaya tergores asap dari lubang
Terkutuk oleh nyata
Tiada lama berserah diri kepada tuhan
Sampai selamanya mengejar tapi tanpa jalan keluar
Tersesat akan melayang dalam teka-teki
Ucapkan selamat tinggal untuk hidup ini

Jember, 3 Juli 2016

Setia Padamu

Setia padamu

Ku temani setiap melangkahkan kami
Impian selalu ada dalam cahaya mimpi
Andalkan burung menerbangi atau melayang ke langit biru
Pagi hari menyambutku cerah
Getahkan rindu bersiap untuk menjemputmu
Menikmati kelarasan tiada berati

Merangkak orasi sahabat di depan orang
Realitasmu semakin tersingkap kue kering
Tersenandung nada impian
Adalah engkau surahkan jiwa nafas perlahan lahan
Tidak ada kata yang begitu serupa
Mencuri kegelapan sisi keburukan
Sungguh tiada sesuatu yang terjadi pada mereka

Jember, 7 Juli 2016

Betahkan Api Menguap

Betahkan Api  menguap

Tiada sempat terarah
Ribuan api menyala semacam hamburkan dosa
Tetaplah engkau menggoda manusia kebaikan
Hampir memasuki bawah tanah penuh panas
Lahaplah jiwa menghanguskan korban mereka
Tiada lindung dari kebaikan ku terima
Air keringat menetes wajah

Petir menghantam alam ini
Ku detikan cahaya merah sepanjang cairan magma
Bagaikan ini api neraka merasuki roh jahatmu
Terpisah oleh dunia di atas
Nikmatilah siksalah ribuan manusia cukup murka di hadapanmu
Selamat jalan tanpa senang untukmu

Jember, 7 Juli 2016

Gairah

Gairah

Setitik api sepanas alam
Desaku tetap sejuk dihadapi rumput menutupi jalan
Pagi hari cahaya terang dari sana seputik angpau putih
Orang sana sangat pukau dari bukit di atas langit
Sebutir biji menanam dari akar hingga ke atas matahari
Hadaplah serasi mengubah dunia seisinya

Keringat membasahi tubuhmu
Deringkan nada dari sawah sebelah
Gigil menampakkan suhu siang sangat panas
Tak berhenti jalan memikat rindu
Tiada godaan selain dirimu
Jangankah kita gugur kewajibannya
Terangkatkan dia ucap dalam hati
Selumpuhkan batin ini

Jember, 4 Juli 2016

Tubuh Dingin

Tubuh dingin

Rendamkan tubuh mencerna kabut pagi
Dari sini terdekap air sungai menetes hidupmu
Sungguh tak percaya bila sekitar luas hampir mengelilingi pinguin sangat
Bermainlah walaupun tiada memperingatkan untukmu
Air dingin menyirami tubuh biasa lama-lama akan menjadi dingin mengigil pada pagi hari
Darah biru mengalir langit dunia

Tak akan berati bila semua jangkauan terus ku hingga melayang udara
Sinyal menyambung air jernih
Niscaya air terjun membawaku kemenangan melawan senang sentosa
Raihlah senyum melingkupi orang di sekitarmu
Tak bisa lari dari sini sebelum hujan telah datang

Jember, 5 Juli 2016

Tuesday, 5 July 2016

Sambut Kemenangan Fitri

Sambut Kemenangan Fitri

Idul Fitri sudah mendekatkan diri kepada kita
Tegakkan hati dan fikiran ini menyambut kembali suci seperti air membasuh jiwa berambisi nyawa
Tak akan ingat Ramadhan telah tinggalkan sendiri
Ketemu lagi bila sudah ada waktunya
Kumandangkan takbir meramaikan malam mulia
Kelilingi sepanjang jalan penuh menyebar kebaikan

Angin menghembus nafas desa
Meraih kemenangan merasa lega bila saatnya
Ku lampui diri tersembunyi segala dosa
Sungguh bahagia bila puasa telah penuh berjalan seiring menit tetap gerak
Ketupat akan menjemputmu esok
Saling berminta maaf dan lahir serta batin kita
Selamat hari kemenangan fitri

Jember, 1 Juli 2016

Putus namun Tolak

Putus namun Tolak

Sejak pertama kali pacar terasa hati disambung
Berhubungan antar sejenis membuat manusia tergoda
Perempuan tak luput dari perhatian seorang pria
Tembaklah bila ke terima
Akhirnya engkau menyambung hati
Mengenggam tangan seorang gadis
Berjalan dengan mengiring lagu romantis

Malam hari engkau mencari makan malam
Serasa makan malam seperti kodok berlompat mengelilingi rumah
Ku pesonakan lampu berdua melewati ungkapan kasih
Saat berkencang oleh dia termaklumi oleh retak hati
Hanya tuhan mengucapkan rasa kasih sayang

Putus tak ada berguna untuk tercemburu sebuah api
Keluar dengan sendirinya
Katakan minta maaf bila terasa bersalah atas segala sesuatu

Jember, 1 Juli 2016

Friday, 1 July 2016

Lubang

Lubang

Ruang hitam berbentuk lingkaran
Sungguh sadis akan terlumpuh
Terincar oleh waktu
Ku gelapkan angin dalam kesepian
Sungguh luar biasa menimpa luka hati
Tak bisa tertutupi kesalahanmu

Saling tergaduh oleh langit begitu terlihat
Daripada engkau ke bawah
Bagaikan gelap serta tanpa meraba benda
Carilah kami jalan keluar demi kebebasan
Terlalu panjang perjalanan telah menyakitkan
Mengerikan di dalam kebebasan di luar

Sungguh dugaan berambisi harapan
Entah engkau tidak tertolongi lagi
Nyawa tak tertolong lagi
Hanya tuhan yang masih ada

Surabaya, 1 Juli 2016

Ramadhan Telah Berpisah

Ramadhan telah berpisah

Puasa selama 30 hari telah ku lewati
Dimanakah manusia menjalankan perintah kewajiban adalah hendaklah berpuasa
Mulai dari terbitlah fajar hingga terbenam matahari
Hingga engkau masuklah pada kemenangan fitri
Tak ada jawaban dalam kerahasiaan terhadap dosa
Keraguan akan hilang dari segala cobaan

Kini berhujung ramadhan penuh berkah
Kemuliaan telah ku jalankan selama ini
Burung pagi telah menerbangkan sayap-sayap indah
Terangguni teladan dalam ilmu beragama
Tak bisa ku lari bila mengambil amal kebaikan
Carilah lailatul qodar demi bermunajah seribu bulan
Hambakah ini merujuknya ayat suci al-quran
Selamat tinggal bulan suci barokah
Selamat datang kemenangan fitri

Surabaya, 1 Juli 2016

Malam 27 Ramadhan

Malam 27 Ramadhan

Malam dimana menentukan bulan ramadhan telah usai
Masih banyak amaliah dalam mengerjakan kewajiban umat islam
Bulan sabit sedih bila bulan suci telah pergi
Daun bergerak mengelilingi malam mulia
Ramaikan diri menjalankan sholat sunnah terakhir dalam malam lailatul qodar
Waktu ini akan semakin cepat
Berdoa kepada allah semoga ramadhan tahun depan lebih baik lagi

Ramadhan bulan suci ampunan sudah berlalu
Sempurnakan iman kita menikmati pesan hidup dalam berpuasa
Memperbanyak dzikir kepada allah semoga engkau menjadi terbaik
Jangan berkecil hati menemui bulan purnama
Selama hari pertama puasa selalu memunajahkan doa sebagai memberikan kemudahan dan pertolongan untukmu
Kebersamaan telah menjalani bersama
Canda tawa membuat anda hibur dalam kebaikan
Semangat demi surga

Surabaya, 1 Juli 2016

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...