Saturday, 9 July 2016

Separuh Fikiran

Separuh Fikiran

Fikiran telah menggugatmu sangat luas
Kadang sepanjang hidup hampir terbatas oleh nyata
Mungkinkah aku terasa belum kira semua sangat aneh dalam belahan cerita
Inilah mengungkapkan isi hati dari sana
Terlena tak ku menduga
Saat cerdas semakin lumpuh sama dengan kesadaranku
Alangkah indah berjalannya kaki mencoba cari segala cara
Subuh hampir terkeluh dari pandangan nyata

Sejuk namun tiada arti dari semuanya ini
Tidak mengerti apa yang telah ku ucap
Kerahkan kesalahan dalam mimpiku
Mimpi telah bersimpuh dari tidurku
Mengelilingi sudut mata jalan keluar awal larva sidat
Makna umum dia terpahat buah tangan kosong melompong

Jember, 9 Juli 2016

Friday, 8 July 2016

Tiada Rahasianya Sahabat

Tiada Rahasianya Sahabat

Siang hari lebaran berujung korban
Kagetnya terlihat sahabat sedang berduka di sana
Semula ini terkejut jika sahabat mendatangi di sini dalam tergores luka
Betapa sakitnya luka di alami nya
Tiada jenguk walau kita di jalan yang berbeda
Hanya merenungkan masalah yang telah di hinggap

Susah melihat kejadian yang mana bisa jadi dari sana
Gadis berkerudung panjang berbaring di kamar tidur
Istirahatlah begitu tenang di sini
Tiada bisa keluar ketika engkau mengambil sesuatu
Hanya berdoa ketika engkau memberi kesembuhan dari sakitnya
Tanpa alasan sama sekaligus sampai tubuh mu pulih kembali

Ketika datang di Surabaya menyambutmu gembira
Ceritakan kembali apa yang telah di sini
Inilah perjalanannya penuh cobaan penuh harapan

Jember, 8 Juli 2016

Es Krim

Es Krim

Lezatnya isi manis es krim
Mulai dari jilatan pertama terasa enak di lidah
Dari bawah melayang ke atas cairan es
Betapa lapisnya es melelah mulut segar
Tiada habis tak akan tersisa dari krim begitu lembut
Hati semakin gembira bila coba keseruan bawahan krim halus
Menemani wafer tanpa mengotori cairan mulut serta tangan mereka

Seindah mengira surga berbagai rasa
Pelangi tercampuri tujuh warna cukuplah indah bagiku
Sesungguhnya tidak lepas dari makanan penutup selain buah
Buah menemukan lilin hinggap ke sana
Curahkan sisi harinya engkau terucap

Tanpa meragukan kejutan hati sangat mendapatkan
Menangislah air mata bila es meleleh dari tamah
Ku pingin tetapi tidak punya uang untuk beli segalanya
Mimpi dari langit akan mengingat sepanjang masa
Es krim untuk menemani hari yang bahagia
Hilangkan rasa senang diri pada mereka cipta

Jember, 8 Juli 2016

Kakek

Kakek

Tubuh terasa mengkerut kuat-kuat
Kulit akan berubahnya warna
Serasa penyakitnya walaupun sehat menjalani hidup
Semalam bertingkah lumpuh tidak seperti anak dan usia muda
Meski cobaan hampir ku jalani penuh anugerah
Cukup banyak pengorbanan hanya sekali saja

Sehari seperti seumur hidup
Tidak menuangkan air mata keluarga membawa tulang ke air hikmahnya
Setetes air kebaikan sama dengan air kembali bersih
Bersihkan wajah sebarkan ibadah kita
Mereka tak sanggup ku jalani

Hiruplah udara segar
Meskipun terbatas oleh waktu dan tempat
Toling -menolong dengan seksama
Selipkan hampa membawa nikmat dari langit
Cahaya teralir jembatan putih
Menaiki tangga pelan-pelan lalu masuklah begitu tenang

Jember, 8 Juli 2016

Jalan menelusuri Lukisanmu

Jalan Menelusuri Lukisan

Sejenak bernafas mengantarkan hari
Tersemu suara daun ilalang dari sebelah
Datangkan air mencerna kebaikan
Ketika melewati perjalanan sangat jauh disini
Sungguh ku rela bertemu dengan orang di sekitarmu
Beku es menuangkan air manis

Meraihlah mulutmu manis penuh tergoda
Mendengar suara langit berdering nada lembut
Bagaikan gelembung yang pecah satu persatu
Tibalah di tepat yang kalian kunjungi
Kumpulan foto kesayanganku sebagai sahabat

Terasa kangen setelahnya lama bertemu
Kembangkan mentari dalam bahariku
Melumpuhkan dari tersangkut virus
Sampai membesarkannya dari sini menjabat tangan
Meniup balon terbang pikiran menerbangi hati
Bulan terus terang hati terbuka

Jember, 6 Juli 2016

Warna Kemenangan Fitri

Warna Kemenangan Fitri

Idul Fitri telah tiba di hadapan semuanya
Pagi telah menyambut hari baru
Tumbuhkan baik sesudah sebulan puasa ramadhan
Selamanya waktu lewati bulan purnama
Walaupun di tengah cuaca tak bersahabat
Sedih sekali melihat kejadian yang lalu
Selimuti malam takbir telah meramaikan desa

Walaupun ketupat telah mendatangi di sini
Banggakan hamparan semakin merasakan hangatnya hati
Tundukkan sejenak menghilangkannya kesalahan
Bila tertulis untukmu lebaran tak akan berhenti dari sini
Sejumlah silaturahmi antar sesama di sekitarnya
Pulang dari sini menjabat tangan dan menciumku hidung

Bagilah kasih sayang orang serta anak
Peluklah bila engkau bahagia di sini
Selalu tersenyum menampakkan dirimu
Kelilinglah kepada tetangganya dan kerabatmu
Jadikan hari istimewa sangat seru untukmu

Jember, 6 Juli 2016

Rindu Ratna

Rindu Ratna

Ratna gadis teladanku
Dari pertama aku mengajariku apa arti drama?
Seembun suara ekspresi tertetes di hati
Getah membuat besar sampai membesarkannya dari gelembung
Di langit terasa seribu gelembung menerbangkan hari
Mengakui rasa bahagia menambah hari bergembira
Tanpa suka menentangku satu sama lain

Niscaya setiap orang pasti bahagia di hadapan orang
Maka hujan membalas senyum sama dengan matahari
Dunia tiada berhenti hanya gadis mendukungmu
Tak terasa hampir perpisahan dan tidak bertemumu lagi
Waktu akan lebih cepat dari yang ku perkirakan
Kasih dalam rindukan padamu di ujung kertas

Selongkar kertas meliput burung terbang
Selamat tinggal untuk Ratnawa
Engkau sudah belajarlah arti dari kebahagiaan
Semoga bisa menemuimu lagi dengan kamu
Bukan cinta melainkan sahabat terbaikku
Jangan tinggalkan kami sebelum mengambil kenangan

Jember, 5 Juli 2016

Tiada Henti

Tiada Henti

Lupakan sejenak mengintip waktu
Berjalan sambil mengiringi musik begitu lembut
Sambangi kita mempermudah suasana segar
Berjalan terus di tengah perjalanan sejuk dari bukit
Siaplah ini sebelum engkau deringnya nada
Melayangi suara dari kumpulan lagu harmoni

Mainkan biola di depan ribuan orang di sekitarmu
Pastikan duru menyejukkan siang hari terika matahari
Potonglah bawang jangan dekat oleh mata
Perjalanan tiada lupa dari suatu jalan raya
Menambahkan langkahkan kaki menelusuri impian terajam jejakmu
Sebutan nama tuhan aku rindu

Jember, 5 Juli 2016

Meluapkan Isi Biji

Meluapkan Isi Biji

Mudahkan niatmu sempurna menghadap badai
Hujan menjatuhi hatimu
Biji tertanam oleh bawah tanah mengalir
Air sampai ujung biji
Mengabaikan awan mengembuni air turunkan hingga pada langit yang cerah

Mengusapkan wajah gosokan hati terbelenggu
Tumpaskan detik-detik ini menjalankan air mimpi
Isilah kemenangan kita damaikan keluarga
Pulang kau kemudian bergembira kepada orang-orang sekitarnya

Sesungguhnya barang siapa engkau bertemu maka hilangkan dari kesalahan dan kekurangan darimu
Jangan kau haru ternoda suci menggapai mimpi
Sinarkan cahaya menerangkan dunia
Salam atas anugerah tuhan

Jember 4 Juli 2016

Kumandangkan Takbir

Kumandangkan Takbir

Sambut Idul Fitri dengan mengumandangkan takbir
Sungguh setelah puasa ramadhan berjalan penuh cobaan
Serta lapar dan Dahaga telah menahan diri
Kemenangan merebut dari langit indah

Engkau tumpahkan dosa buanglah jauh-jauh
Tak akan menganggu lagi dari manusia tak berguna
Entah sampai kapan gembira terselumbung hampa
Jelas ini memuat gambar peristiwa yang sangat lampau dan juga warna coklat membentang waktu
Di akui pepatah selalu mengiringi para masyarakat

Memukul bedug menunjukkan kemenangan telah tiba
Kembang api sambut hangat malam akrab
Mengejar sana-sini tak akan habis oleh canda tawa

Berjalan menelusuri desa hingga kembali dari ini
Bawalah aku berkah dari sedekah bumi
Makanlah bersamaku demi sang pencipta tuhan

Jember, 5 Juli 2016

Sesali Nyata

Sesali Nyata

Hidup ini serba ramai di banjiri pada terdalam
Kota terbilang pagi berjalan ke kantor
Hanya sekedar bekerja demi keberhasilan
Langit menyambut cukup semangat bagi pribadi
Waktu telah mengorbankan manusia hingga kini

Udara terhampa hirup nafasmu
Polusi menghirup nafas kotor bagi setiap sisi jalan
Tidak bisa mundur dari pagi sampai ke belakang
Tergelomvang suara melayang ke langit
Menerbangkan hingga ke angkasamu

Entah sangat menyelami sisi abadi
Sungguh ku kejut menjemputmu bahagia
Sambutlah hangat indahnya berbagi
Keraguan tidak pasti cukup mati menggugah

Jember, 4 Juli 2016

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...