Thursday, 8 September 2016

Senyuman Mulia

Senyuman Manis Mulia
Kepada : Puput Khumairoh Husna

Tiba kembali dalam berkumpul
Bersama merangkai cerita
Tanpa pedulikan seseorang
Mengajak wajah yang terbaik
Serapkan jiwa yang sangat hening
Pesona pagi sambut mentari
Kelamkan langit dari sungai

Sungguh abadi yang tangguh
Sempurnakan hari penuh menghibur
Tidak menyangka senyum tanpa batas
Kalau menangis sebagai salah pertama

Surabaya, 4 September 2016

Tanpa Lama Di Sini

Tanpa Lama Disini

Luangkan waktu
Walaupun tak lama disini
Karena mengejar aktivitas yang rutin
Menalarkan bahasa darimu
Singgahkan lisan tak terdengar
Tanpa lama lagi

Kami akan pergi sementara
Karena kegiatan tak bisa berbakti
Jangan menutupi senyuman
Sungguh merayap di hati

Surabaya, 4 September 2016

Pesan Untuk Kami

Pesan Untuk Kami
Kepada : Tary Can

Selama engkau bertemu
Hati merindukan ini
Hal terasa kagum
Dalam samudra cantikmu
Bagaikan kupu-kupu yang terbang

Mengeliling awan dan peka warnanya
Di perhatikan dari fikiran
Hingga menuliskan sesuatu
Lihat alam berseri
Sampai jelas namamu selalu ada

Surabaya, 6 September 2016

Sapa Gembira

Sapa Gembira

Sekali bersapa tetap bersenyum
Hanya bahagia untukmu
Sekarang hingga masa depan
Selalu membalas gembira
Setiap bertemu terus berjumpa
Tiada lupa dalam dirinya
Seperti tulisan telah berulang
Atas rasa bangga diri

Wanita lebih bahagia dengan dia
Seperti bertabur bintang sejuta hujan
Berdaya lemah selambung malam
Larut malam kini ramai
Pulang di rumah
Sampai dapat hikmahmu

Surabaya, 8 September 2016

Kota Akrab

Kota Akrab

Kota mengelilingi persahabatan
Puncak gunung bertabur alam berseri
Hanya kepadanya nasib dalam menulis
Yang selalu ada berdentang tangan
Berjalan kaki sambungkan tangga
Mengiringi gedung tinggi bermegah-megah
Insan mengimbang air impian
Tentu hindarlah kriminal yang banyak

Maka tidak tahu sebuah persatuan
Selalu berbeda dalam lisan
Serta perkataan serupa cerita orang
Terengah kosong setelah pulang.

Surabaya, 8 September 2016

Saturday, 3 September 2016

Pria Apa Adanya

Pria Apa Adanya
Kepada : Fajar Pamungkas

Ia mengadili perbuatanmu itu
Ku sesuatu dari ucapan
Sampai terdengar dari suatu ruangan
Berikan sanggahan dan kejelasan dengan bukti
Namun apa jadi bila datang terlambat
Di waktu yang lewat
Lihatlah orang yang mengecewakan kamu
Tertuduh atas nyawa dirimu

Terjebak di suatu ruangan
Dikurung dalam waktu lama
Biarkan menunggu dari kehendak dirinya
Terlihat oleh cahaya putih
Tertimpa oleh kehausan dan mendampar

Surabaya, 2 September 2016

Pahlawan Pengorbanan Wanita

Pahlawan Pengorbanan Wanita
Kepada : Lady Yuvinda

Sejak dini ku pelajari nilai
Menghargai suatu kebanggan
Seperti petunjuk terbuka pelan
Sebuah nama tertulis untuk kemenangan
Rupanya awan pagi melawan jalan yang macet
Selalu memberi alasan yang jelas

Sungguh wanita di dukung oleh memudahkannya
Tuhan yang mendepankan pintu mimpi
Yang mengirimkan kepada mereka gadis emas
Selalu bertepuk tangan
Kemenangan merebut dari banyak orang

Surabaya, 2 September 2016

Pahlawan Lansia

Pahlawan Lansia
Kepada : Bu Riva Fidiatri

Sejak ku ajarkan wajah perempuan
Yang begitu semangat
Serta pengorbanan demi kasih sayang
Biarkan anak yang telah salah
Ku peduli dengan suasana
Jangan terpisah terhadap waktu
Karena ingin merindukanmu

Seperti daun menerima kasih tulusmu
Senantiasa berdoa dalam panjatkan dari langit hingga bulan purnama
Tidak akan menegur kecil menembus dosa
Beliau usia senja merawatmu hingga kenangan

Surabaya, 2 September 2016

Mereka

Mereka

Betapa melihat orang cukup terpandang
Ia aneh melihat kejadian yang hingga kini
Terbawa oleh angin di jalan raya
Jawaban tersirat pada lisan

Cukup berdampar di atas semar
Dialah yang benar
Atau dialah yang salah dalam hidup
Seumur jiwa gempar dari fikiranmu
Justru tidak harus menyikapi sesuatu
Hanya jelas di pandang mata

Surabaya, 2 September 2016

Gadis Cerdas

Gadis Cerdas
Kepada : Dwi Agustina

Bermula dari kemaluan
Tidak sadari menguggah arti kecerdasan
Seperti lampu yang dinyalakan pada malam begitu gelap
Isi tulisan ku nalarkan dari langit terbuka
Tak menyadari semua yang ada

Hidupkan energi dari hati
Pancarkan dengan doa
Ku persembahkan untukmu sungai mengalir
Langit yang memancarkan anugrah pada tuhan
Hanya nanti menentukan mimpi dari tidurmu

Surabaya, 2 September 2016

Sosial Demi Bersatu

Sosial Demi Bersatu
Kepada : Isonex Smadasa

Awal perjalanan dari janji
Tak lepas dari semangat
Cerita berbenah dari waktu
Bersinarlah bersama meraih mimpi
Bagaikan embun pagi mengalir pagi
Nyanyikan lagu untuk guru tercinta

Suka duka menyelimuti warga kelas
Tak biarkan engkau pergi
Tidak selalu menikmati pekerjaan
Selalu apa adanya
Kuatkan jiwa yang merdeka

Surabaya, 2 September 2016

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...