Tuesday, 18 October 2016

Persahabatan bagai Kepompong

Persahabatan bagai Kepompong
Makhluk ubah ulat menjadi
Bintang hadapi perbedaan
Tangan selalu ku genggam
Sunyi senyap menguap dari malam
Bintang selalu berkejora
Tidak seubah keajaiban yang melangkah
Inilah hari tidak menentu
Suatu catatan dipeka oleh pipimu

Cerita bercampur canda tawa
Tidak ada larangan untuknya
Tersingkat oleh perbuatan
Hingga terpikat seiring melayang
Bagaikan angin terus menanti
Tidak arti bahkan kegeraian arus sungai

Surabaya, 18 Oktober 2016

Hidup Begitu Lega

Hidup Begitu Lega
Hidup tidak bisa terpisahkan
Hidup enggan dipertemukan
Hidup tidak sepasti mimpi dan harapan terwujud
Sukses akan membawaku pergi
Ini terus ku lanjutkan

Surabaya, 18 Oktober 2016

Duka Terjangkit Manusia

Duka Terjangkit Manusia
Duka sangat mendalam
Mungkin tidak membangunkan dari tidurmu
Melainkan tanpa bisa bergerak selama hidup
Duka tak bisa dibagi
Semua orang harus menghadapinya
Duka juga tidak kembali di dunia
Walaupun tidur disana selamanya

Mimpi dan harapan tak ada lagi
Terwujud di saat menggapai langit dan bumi
Duka tak menentu dari waktu ke waktu
Teranugrah pada tuhan
Senantiasa doa akan terus terpanjat
Sepanjang masa


Surabaya, 18 Oktober 2016

Inspirasi dari Perempuan

Inspirasi dari Perempuan
Puisi ini mengungkapkan melawan anti kanker
Lihatlah betapa berjuang menuntut ilmu
Untuk menegakkan tuhan yang maha agung
Entah suka duka akan menentu dari sini
Ia rela mengorbankan hidupnya
Menyayangi setiap kasih sayang
Walaupun tidak mesti beribadah telah berjalan

Terhembus nafas ku berbagi
Bayangkan setiap jiwa pasti banyak
Tidak meragukan lagi jika menemani
Setiap hari ku rasakan
Alamilah setiap tersedak zaman


Surabaya, 18 Oktober 2016

Aktris Teladan

Aktris Teladan
Untuk : Chelsea Islan

Gadis sangat eksotis
Terlihat anggun seperti kupu-kupu melayang
Fikiranku bertening pada menara kubah
Langit biru menjadi merah muda
Mengelilingi burung bersayap terbang ke sana
Serasa berjuang di jalan kebaikan
Abadikan momentum penuh termuara
Begitu pekat sepeluk sungai
Mengolesi air mimpi ditemani emosi
Ia merenggang tali erat sangat terikat

Hidup itu perpanduan
Antara mimpi dan harapan
Tidak lain itu
Dimensi menghempas di waktu begitu tidak ketahui
Suatu saat akan pertemukan lagi
Bersama mencapai abadi
Melibatkan air mancur semanis surga

Surabaya, 18 Oktober 2016

Kami Berhenti Sementara

Kami berhenti sementara

Seiring malam minggu
Begitu pertentangan
Aku menyesal dihadapan orang tua
Entah semacam percakapan
Menerima atau menolak
Tentukan orang tuamu
Akhirnya ia memutuskan
Untuk tidak keluar selama
Batas waktu yang ditentukan
Inilah hidup secara terbatas

Butiran waktu semakin berjalan
Bergurau akan lumpuh dari ini
Sedetik apapun nasib tak tentu sama
Keajaiban terus menimpa
Penistaan agama melecehkan lewat realita

Surabaya, 17 Oktober 2016

Baca adalah Fikiran

Baca adalah Fikiran

Bacalah dalam segala pintu cahaya
Bacalah dengan menyebut namamu
Segala panjat oleh tuhan
Meringkas dari kata per kata
Melalui dimensi alam serap tulisan
Bagaikan sang pena membawa keajaiban
Tidak akan lupa pengaruh oleh waktu
Tanpa melekang untuk resah dirimu

Sepenuhnya doa adalah bermunajat kepada langit
Bumi yang menghampirimu
Seakan-akan merimpahkan kerenahan dari jiwa ke abadi
Gapailah sampai ke tembus fikiran sampai esok hari

Surabaya, 17 Oktober 2016

Nasib Nyawa

Nasib Nyawa

Dalam kehidupan penuh cobaan
Seperti detak jantung sangat bergerak
Ku jalani setiap hari bila ku mampu
Andaikan tahu melimpa pekerjaan penuh rintangan
Merubah segala kebaikan akan alami
Tidak perlu mengada-ada dalam fikiranmu
Tersimpan oleh ingatanmu

Di daerah mimpi tak tersunggah angin
Tertumpu angin merimba nyawa
Serdang merentuk daun jatuh
Saat mati tak bisa hidupin lagi
Ku nikmati alam kuburmu
Penuh selama-lamanya

Surabaya, 17 Oktober 2016

Membebani Uang

Membebani Uang

Uang adalah segalanya
Tidak lepas dari tumpukkan uang
Beban telah datang
Bagaikan siang dan malam bekerja keras
Demi kebutuhan manusia
Di dalam keteguhan abadi
Tidak seperti ia bayangkan
Tertancap oleh mata mendekati lembaran hijau

Tak sangka uang diberikan
Hanya sekedar berfoya-foya
Utang selalu terbeban
Tiada pertolongan selain berbakti
Padamu ya allah
Mengorah pikiranmu
Setedih benturan kepala lalu sadar

Surabaya, 17 Oktober 2016

Topeng Di Dalam Wajah Gadis

Topeng Di Dalam Wajah Gadis

Betapa wajah kusam
Menunduk kota penderita
Penuh kekerasan tanpa kesan
Merunduk tanpa sepengetahuanmu
Menangis dalam siksaan
Darah menercak jari
Sebuah pulau cukup angker
Tersirat embun angin merah
Tiada percaya semua perasaan yang alangkah terkam beringin

Topeng tersukar timpa hidup
Gelap gulita menyakiti purnama
Jauh menatap mimpi
Menutup mata serasa tak tahan olehnya
Berlari cepat melangkah di atap
Cantik menutupi suatu pengorbanan
Bagaikan darah menetes di tanah

Surabaya, 28 September 2016

Friday, 23 September 2016

Ranah Menara Surga

Ranah Menara Surga

Bagaikan tiang yang besar
Dari bawah yang terbangun
Lihat warna batang seperti pensil
Hingga tinggi dari langit
berupa tancapan segitiga
Sangat indah bagiku
Bagaikan surga melangkahkanmu
Inilah berjalan dengan angin
Senyuman menyambut manis
Buka pintu ketabahan

Nikmati jalan yang melingkar
Terpeluk harapan nyata
Lentera ilmu mengelilingi samudra
Hanya mendelik dari mata
Sampai jendela yang bermegah-megah

Surabaya, 23 September 2016

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...