Blog ini mengambarkan isi suasana dunia semakin senang dan kadang sedih. Sejujurnya puisi dan prosa mengoptimalkan gambar fisik maupun alam sekitar. Langit dan Bumi menciptakan kepada tuhan yang maha pencipta. Penulis di tengah disabilitas membuat lingkaran terhadap dunia serasa terisi dan akherat akan mengingat cerita selama hidup. Akhirnya karya akan ku sampaikan untuk selamanya
Tuesday, 18 October 2016
Persahabatan bagai Kepompong
Hidup Begitu Lega
Duka Terjangkit Manusia
Inspirasi dari Perempuan
Aktris Teladan
Aktris Teladan
Untuk : Chelsea Islan
Gadis sangat eksotis
Terlihat anggun seperti kupu-kupu melayang
Fikiranku bertening pada menara kubah
Langit biru menjadi merah muda
Mengelilingi burung bersayap terbang ke sana
Serasa berjuang di jalan kebaikan
Abadikan momentum penuh termuara
Begitu pekat sepeluk sungai
Mengolesi air mimpi ditemani emosi
Ia merenggang tali erat sangat terikat
Hidup itu perpanduan
Antara mimpi dan harapan
Tidak lain itu
Dimensi menghempas di waktu begitu tidak ketahui
Suatu saat akan pertemukan lagi
Bersama mencapai abadi
Melibatkan air mancur semanis surga
Surabaya, 18 Oktober 2016
Kami Berhenti Sementara
Kami berhenti sementara
Seiring malam minggu
Begitu pertentangan
Aku menyesal dihadapan orang tua
Entah semacam percakapan
Menerima atau menolak
Tentukan orang tuamu
Akhirnya ia memutuskan
Untuk tidak keluar selama
Batas waktu yang ditentukan
Inilah hidup secara terbatas
Butiran waktu semakin berjalan
Bergurau akan lumpuh dari ini
Sedetik apapun nasib tak tentu sama
Keajaiban terus menimpa
Penistaan agama melecehkan lewat realita
Surabaya, 17 Oktober 2016
Baca adalah Fikiran
Baca adalah Fikiran
Bacalah dalam segala pintu cahaya
Bacalah dengan menyebut namamu
Segala panjat oleh tuhan
Meringkas dari kata per kata
Melalui dimensi alam serap tulisan
Bagaikan sang pena membawa keajaiban
Tidak akan lupa pengaruh oleh waktu
Tanpa melekang untuk resah dirimu
Sepenuhnya doa adalah bermunajat kepada langit
Bumi yang menghampirimu
Seakan-akan merimpahkan kerenahan dari jiwa ke abadi
Gapailah sampai ke tembus fikiran sampai esok hari
Surabaya, 17 Oktober 2016
Nasib Nyawa
Nasib Nyawa
Dalam kehidupan penuh cobaan
Seperti detak jantung sangat bergerak
Ku jalani setiap hari bila ku mampu
Andaikan tahu melimpa pekerjaan penuh rintangan
Merubah segala kebaikan akan alami
Tidak perlu mengada-ada dalam fikiranmu
Tersimpan oleh ingatanmu
Di daerah mimpi tak tersunggah angin
Tertumpu angin merimba nyawa
Serdang merentuk daun jatuh
Saat mati tak bisa hidupin lagi
Ku nikmati alam kuburmu
Penuh selama-lamanya
Surabaya, 17 Oktober 2016
Membebani Uang
Membebani Uang
Uang adalah segalanya
Tidak lepas dari tumpukkan uang
Beban telah datang
Bagaikan siang dan malam bekerja keras
Demi kebutuhan manusia
Di dalam keteguhan abadi
Tidak seperti ia bayangkan
Tertancap oleh mata mendekati lembaran hijau
Tak sangka uang diberikan
Hanya sekedar berfoya-foya
Utang selalu terbeban
Tiada pertolongan selain berbakti
Padamu ya allah
Mengorah pikiranmu
Setedih benturan kepala lalu sadar
Surabaya, 17 Oktober 2016
Topeng Di Dalam Wajah Gadis
Topeng Di Dalam Wajah Gadis
Betapa wajah kusam
Menunduk kota penderita
Penuh kekerasan tanpa kesan
Merunduk tanpa sepengetahuanmu
Menangis dalam siksaan
Darah menercak jari
Sebuah pulau cukup angker
Tersirat embun angin merah
Tiada percaya semua perasaan yang alangkah terkam beringin
Topeng tersukar timpa hidup
Gelap gulita menyakiti purnama
Jauh menatap mimpi
Menutup mata serasa tak tahan olehnya
Berlari cepat melangkah di atap
Cantik menutupi suatu pengorbanan
Bagaikan darah menetes di tanah
Surabaya, 28 September 2016
Friday, 23 September 2016
Ranah Menara Surga
Ranah Menara Surga
Bagaikan tiang yang besar
Dari bawah yang terbangun
Lihat warna batang seperti pensil
Hingga tinggi dari langit
berupa tancapan segitiga
Sangat indah bagiku
Bagaikan surga melangkahkanmu
Inilah berjalan dengan angin
Senyuman menyambut manis
Buka pintu ketabahan
Nikmati jalan yang melingkar
Terpeluk harapan nyata
Lentera ilmu mengelilingi samudra
Hanya mendelik dari mata
Sampai jendela yang bermegah-megah
Surabaya, 23 September 2016
Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada
Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...
-
Malam Terakhir di Masjid Nasional Al-Akbar Inilah engkau berpisah di malam Ramadhan penuh segala cobaan Jamaah di sini menikmati tidur sep...
-
Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...