Thursday, 1 December 2016

Universitas Brawijaya

Universitas Brawijaya

Gedung penuh tinggi
Membangun penuh kokoh
Serupa kampus kota
Bagaikan bundaran dari jalan ke jalan
Menampung mahasiswa
Layaknya kehidupan yang ada
Bukan pandangan desa
Kampus menimpa ilmu
Unsur terembun suhu dingin
Seperti menyembah dewa brawijaya

Sejarah telah meluas hingga sekarang
Ini berhembus sekujur jalan raya
Bermain di sekitar ruangan
Melebihi apa yang ada
Setiap ruang penuh pemandangan indah
Pesan tertembus sepanjang masa
Membuka cakrawala
Di Malang

Surabaya, 2 Desember 2016

Radikal

Radikal

Mengubah dimensi
Kekerasan telah terjadi
Anarkis mengancam nyawa kota
Waktu disita
Mengisi kegiatan sia-sia
Merampas harta yang haram
Melanda angin tertembus zaman
Rendam api menyerbu dari luar
Tak sanggup menahan nyawa rumah

Kehidupan telah resah
Menangisi bangunannya
Lembek sekujur luka
Menghilangkan kesempatan
Melainkan tiada pilihan lain
Melingkup sudut pandang
Siksa daripada bahagia

Surabaya, 2 Desember 2016

Pyramida

Pyramida

Berbentuk segitiga
Terdapat tingkatan
Bukan hanya ukuran biasa
Seperti gunung bertombak magma
Melumpuhkan segala alam

Merenggang pada tali erat-erat
Kau akan menemui mummi
Dan segala rintangan yang melebihi nyawa
Bila musnah dari batu bata
Tidak tahu sejarah telah menempel di dinding

Merubah ancaman bagi firaun
Malapetaka penuh genggam matahari
Dewa penuh menghembus nyata
Mistis tak layak diterima
Hanya sepucuk nasib dari pasir

Surabaya, 2 Desember 2016

Liberal

Liberal

Dunia serba bebas
Binasa bagimu nikmat ada
Namun narkoba telah merajalela
Sadis menerka dirimu
Mempertemu samudra merah
Mengebut malam purnama
Tuhan tidak peduli dengan perasaan
Semestinya waktu telah cepat
Minuman keras mengundang racunmu

Melampau batas waktu
Menggugah waktu
Menerjang tubuh di alirkan darah
Burung Galak menjerit malam
Burung Hanti telah terdiam
Kubur telah menjemput kematianmu
Mengenggam dari ampunan
Tiada lagi rasa perih di akhirat

Surabaya, 2 Desember 2016

Pramayudha

Pramayudha

Tujuh hari
Memukau hari yang di jalani
Menyejukkan pagi
Rentang waktu melikat dari padi
Merintias tanah penuh hamparan agung

Menegakkan kekuasaan
Untuk seorang pemenang
Jangan kalah putus asa
Menetes keringat lalu bangkit lagi

Kecuali musuh telah menanti-Mu
Membidik keyakinanmu
Inspirasi telah ada memukau di mata
Jangan membantingkan perasaan

Melainkan kehasratan pada tuhan
Menimpa dermawan kepada padi
Untuk di makan
Jangan remeh makan dalam miskin
Daripada bongkarlah kebiasaanmu

Surabaya, 2 Desember 2016

Mirna Terendap Sianida

Mirna terendap Sianida
Untuk : Mirna Wayan Salihin

Kopi mengundang racun
Tega membungkam canda tawa
Tertuang dalam samudra akhirat
Sianida tanpa bisa bangkit
Arwah telah menjemput nanti
Bukan ia tidak cocok kepada kopi
Jangan begitu dengan minum kopi

Karena Jessica merasa iri
Membincang-bincang selapis gosip
Tapi apa dayanya Mirna telah wafat
Kalangan masyarakat mengenang bela sungkawa kepada Mirna
Ia tak sempat berpesan
Hanya padamu bertaubat di Surga
Tuhan akan menemaniku
Untuk memberantaskan penjahat
Dari Racun Sianida

Surabaya, 1 Desember 2016

Kenangan Untuk Soeharto

Kenangan Untuk Soeharto

Presiden sejati
Melampui tekad kita
Mentang-mentang kawanan mahasiswa telah membunuh sang majikan
Tanpa seizin dari dia
Seperti kotoran manusia di bakar massa
Artinya alam busuk untuk Soeharto
Tega memberi pengorbanan tanpa melekat batin
Ia hanya bisa berdiam diri
Kepada sang maha penguasa
Elemen dari sudut ke sudut

Mengempati pahlawan yang sejuk menghapus erat kita
Reformasi semata-mata drama politik dan hukum
Hubungan telah berkurang
Menginjak roda turun di jalan
Tak mampu menahan rusuh
Ia memutuskan menyerah
Lumpuhkan soeharto dan berpisah diri

Surabaya, 1 Desember 2016

G-30/PKI

G-30S/PKI

Dimana peristiwa buruk
Melanda kolonial membunuh jendral
Tanpa melakukan alasan apapun
Masyrakat takut dengan pahlawan sadis
Ia tak alir pada segempa nusa
Dari cerita merasa menghanyut
Mengeliat pada suatu padam
Yang mengukuh bela pemimpin
Kini melibatkan pahlawan yang mengenang kita

Gerakan 30 September
Di gagas oleh Partai Komunis Indonesia
Yang sengaja ingin menghancurkan suasana keras
Menyasarkan di tengah kedurhakaan
Menyongsong supersemar
Surat Perintah Sebelas Maret
Untuk membubarkan peristiwa
Dan keluarga yang mengenang pahlawan

Surabaya, 1 Desember 2016

Dark Age

Dark Age

Terdapat zaman kegelapan
Betapa hitam terus tak tampan
Ia begitu tersembunyi balik kehidupannya
Ia menutupi perasaan di sana.
Dimana pada zaman ini
Perang memanaskan alamnya
Iptek merobohkan waktu
Gelap di ruangan penuh padam
Ia hanya ketakutan di dalam

Terus menerus semakin tak terlihat.
Tidak saja melupakan dari sunyi
Membisikkanmu dari arwahmu
Suasana hitam begitu mempeka
Bahkan bayangan di bunuh tajam sangat sadis
Meruntuhnya renaissance
Membasmimu sekejap saja
Kini dark age di alih oleh kalangan reformasi gereja

Surabaya, 1 Desember 2016

Bulan Bintang

Bulan Bintang

Bulan sabit bercampur bintang
Engkau mengembun dengan dzikir
Sambil terpenjam mata
Lalu mengaliri doa penuh ampunan
Sungguh bulan bintang menemani malam
Penuh sunyi terpanah oleh kamu
Cinta mengendap saripati
Seperti burung terbang
Sampai ke angkasa

Mengelilingi ka'bah demi sang rasul
Melimpahkan anugrah padamu
Seraya dengan abadi
Menjadi pribadi yang layak
Sang Muhammad telah mengutus padamu
Daripada kerah baginya

Surabaya, 1 Desember 2016

Gus Dur Pahlawan Ulama

Gus Dur Pahlawan Ulama

Berapa tahun telah meninggalkan kita
Ulama menangismu
Berjuang politik bela islam
Tak semudah elegi ditombak terhadap bangsa
Penziarah telah menyembah jasad
Engkau telah mengikis arti dari pluralisme
Mengukuh persatuan umat

Para tokoh menginginkan dia sejak terdahulu
Terusik oleh canda tawa
Ia betah sebentar jadi presiden
Mengeluarkan wabah negara
Mengerat benang merah
Menyambung satu pejuang
Kini Gus Dur berada di alam yang tenang
Selamat berjuang untuk pahlawan bangsa
Di Surga Firdaus

Surabaya, 1 Desember 2016

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...