Thursday, 5 July 2018

Drama Sepakbola di Rusia

Saat bertanding rekatkan tangan
Lari mengejar bola untuk mencetak gol pertama
Gawang dijaga sang kiper
Jangan renggang kasar
Tiada gunanya melebihi apa adanya
Selera mendekatkan kemenangan

Drama sepakbola di Rusia sangat sengit
Pendukung hadir di tempat untuk piala dunia
Rasa senang membuahkan kemenangan
Rasa sedih diselimuti kekalahan
Rasa dendam mengandung emosi kretek
Rasa percaya mengudang empati
Dunia akan terasa bersapa
Drama tak kemana mana

Surabaya, 2018

Rasa Pusing

Melihat keadaan susah
Merasa membilik kesalahanku di ujung tombak
Langkah benar pasti tengah masalah
Menumpuk batu pada lintas pikiranmu
Gara gara tidur makin terkilir
Usaha namun gagal

Rasa pusing membelah kepala jadi dua
Ku yakini tidak dipedulikan
Merasa meminta maaf sementara di luar dugaan sudah mengamuk di sudut kamar
Sebuah ingkar janji selalu jauh ditepati
Apa jadinya diriku makin resah
Sudahlah apa yang lakukan itu buang-buang senang
Senyum membuahkan duka
Melintah ke arah gerbang
Beban tak Henti-hentinya
Jika melepas di genggamannya

Surabaya, 2018

Masih Mengupas Tragedi

Berpuasa dengan segala kecanggihan
Sepanjang masa ia hendak berpangkal padamu
Ia tertangkap oleh musibah
Terbelenggu sepanjang masa
Harga diri sebelah tangan
Apapun terjadi tetap mengabadikanmu
meski menggempul sepanjang bahagia
Lelehkan semua kehidupan
Ketika kuburan makin dinantikan
Selamat menjemput ajalmu

Surabaya, 2018

Hendak Memeluk Surga

Memeluk bulan berempuk dengan semangatmu
Aku menunggu di balik awan
Selamat bagimu memuja bulan
Terakhir berpenggal oleh sebuah pujangga
Selalu dilayanin hujan melanda semangatmu
Apapun berjengkel dengan siapa pasti terjatuh oleh lukamu
Bermimpi bersama idola untuk hendak ke surga

Surabaya, 2018

Ketika Tragedi Terjadi

Tentu tahu makhluk hidup akan lenyap
Daerah terbuntu oleh kerusakan
Negeri sedang menangis
Ketika melihat tiba-tiba kesedihan yang amat dalam
Ilahi terus dilindungi
Melainkan Allah dimudahkan dalam batinmu

Ketika bencana datang ia menelan korban jiwa
Bila mendatangi bencana alam akan seperti menusuk hati begitu disakiti
Kedinginan menancap alam
Menelan korban lalu lenyap begitu saja
Seandainya begitu menelepon orang
Sudah dihanguskan oleh purnama
Diborong sepandangan oleh layang-layang
Lalu api menderita

Surabaya, 2018

Perempuan Tidak Peduli dengan Persahabatan

Seakan tidak peduli dengan persahabatan
Serasa membaca postingan yang tidak bisa berbalas Budi
Itu sudah tidak berjumpa selama bertahun-tahun
Kesannya menyakiti hati
Merekat sudut yang jauh melintang
Apa yang membuat rindu lagi dihanguskan
Padamkan jiwamu dan kurang menggairahkannya
Perempuan rela menikahi lelaki lain

Sedangkan persahabatan menanyakan keadaan
Lalu ia hampir mengamuk padaku
Kemudian ia sudah lama lama dikenal lalu sudah menjadi kepasrahan begitu menduga
Kadang mendekati bulan entah sudah menjelang pagi
Kita sudahi pertemuan demi pertemuan
Karena sudah mendekatkan kelumpuhan
Tidak akan memberiku petunjuk
Hanya menjalani sendiri tanpa perantara

Surabaya, 2018

Cuti Lebaran akan Segera Berakhir

Cuti lebaran akan segera berakhir
Kini sudah kembali ke kota halaman
Jalan selalu padat
Guna memasuki aktivitas kerja
Tidak ada tambahan untuk cuti
Jabatan tetap disepakati jauh jauh hari

Pagi sampai malam sudah tersua
Tidak ada menuangkan waktu untuk berwisata
Tujuh hari sudah cukup

Hari pertama hingga ketiga
Bersilaturahmi sesama saudara
Hari ketiga sampai keempat dituangkan penak dengan berwisata
Hari kelima hingga keenam hendak kembali ke ibukota
Hari ketujuh beristirahat sebelum esok hari

Lebaran akan lewat
Syawal akan terasa menyenangkan

Jember, 2018

Wednesday, 13 June 2018

Malam Kedua Puluh Sembilan

Kini syair lembar ayat telah sepi
Inilah akhir dari tarawih bagimu
Sesaat lagi akan menjalani sahur dan berbuka puasa
Pada hari terakhir berpuasa sebelum merayakan malam takbir
Sedih bila rasanya begitu mengesankan
Tanggal akan ditenggelamkan

Jika masih mudik pada puncak kepadatan
Seakan-akan sudah mementung batinmu
Meski perkara lubang berpuasa
akan segera menjahit kain yang berlubang
Ia sudah merayakan tasyakuran alquran selama bulan Ramadan
Bahkan pagi, siang, sore di datangi kuburan dengan sekadar ziarah mendoakan kepada beliau
Artinya makna Ramadan akan terlepas oleh air mata
Syawal pasti datang
Dzulqadah bulan pemberangkatan ke arab saudi
Dzulhijah menjemput ibadah haji
Semoga bisa menunggu penantianmu pada tahun yang akan datang

Jember, 29 Ramadan 1439 H

Malam Kedua Puluh Sembilan

Kini syair lembar ayat telah sepi
Inilah akhir dari tarawih bagimu
Sesaat lagi akan menjalani sahur dan berbuka puasa
Pada hari terakhir berpuasa sebelum merayakan malam takbir
Sedih bila rasanya begitu mengesankan
Tanggal akan ditenggelamkan

Jika masih mudik pada puncak kepadatan
Seakan-akan sudah mementung batinmu
Meski perkara lubang berpuasa
akan segera menjahit kain yang berlubang
Ia sudah merayakan tasyakuran alquran selama bulan Ramadan
Bahkan pagi, siang, sore di datangi kuburan dengan sekadar ziarah mendoakan kepada beliau
Artinya makna Ramadan akan terlepas oleh air mata
Syawal pasti datang
Dzulqadah bulan pemberangkatan ke arab saudi
Dzulhijah menjemput ibadah haji
Semoga bisa menunggu penantianmu pada tahun yang akan datang

Jember, 29 Ramadan 1439 H

Tuesday, 12 June 2018

Malam Kedua Puluh Delapan

Keriuhan membekam semiliyar makna
Tidak terasa bulan Ramadan akan memisahkan kita
Doa yang disampaikan oleh guru dikabulkan
Menyeluruh hari demi hari telah dilalui
Sementara kegiatan sehari yang selama ini menguras tenaga demi pahala
Kini telah merampung amal jariyah diterima di sisi Allah

Kini hanya menunggu malam takbir
Memanjatkan harapan dan kontribusi kepada Islam
Ilmu hampir tersalurkan
Nasihat memberikan semangat pada pagi hari
Ditengah kepadatan hendak pulang kampung
Mudik sebagai tradisi tahunan
Kue telah dinantikan
Idul fitri menyambut dengan malam takbir
Begitu memesonakan malam kemuliaan
Kini tinggal menuju kemenangan yang akan merayakan kita

Jember, 28 Ramadan 1439 H

Malam Kedua Puluh Tujuh

Senyapan melancang peluru
Menembak waktu
Ramadan akan diusap oleh rindu
Mencuci kenangan diintai padamu
Dipikirkan makna dalam sinar kalbu

Sebelum ingkar janji
Ia menyisir pandangan bulan
Sepenggal kalimat dintai
Sebuah pandangan mengeluyur hujan

Selamat berpuasa tinggal tiga hari akan meninggalkan Ramadan
Idul fitri menjemputmu di kemudian hari
Tiada kesedihan begitu mendalam
Bisa bersapa lagi di tahun depan

Jember, 27 Ramadan 1439 H

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...