Thursday, 5 July 2018

Memasuki Fase yang Berbeda

Ia sekarang sudah berbeda
Pikiran makin berbeda
Situasi telah berbeda
Keadaan makin berbeda
Kekuatan batin terus berbeda

Kelahiran rindu akan terluruskan dulu
Tidak sebanding zaman demi zaman selalu membersamai
Seiring mengumpat dengan ringan
Ku ingin menjemput segala peradaban
Jangan sangka menyukai waktu telah dikenang
Jika tenggelam nya keremukan jantung dunia

Bila rasa beda
Akan menatap tajam
Bila rasa beda
Akan membawa dimensi hitam
Bila rasa beda
Akan memisahkan antara masa masa kemarin
Ini ulah kamu
Siapa yang membawa masa depan selain kamu

Surabaya, 2018

Tiket Merah untuk Peresensi

Plagiasi terjadi tiga kali
Saat menerima pesan buruk dari redaktur
Sungguh menyedihkan terpajang bukti plagiat
Otak ku pusing
Ambisi menjemput hukum
Seperti koruptor terjerat kasus
Sekali-kali mengguras dendam
Tiket merah untuk peresensi

Tiga kali bersalah
Tiga kali beralasan
Tiga kali berderai air mata
Tiga kali mengintai satu persatu
Tiga kali kiasan meleleh
Tiga kali berderai tangisan
Tiga kali membangkai namaku

Bertahan selama sebulan
Akan tetapi tidak bisa menerima
Melainkan tolakan ukur berujung dosa
Setelah ini kemana jika menguras khilaf
Tidak akan terpajang lagi selain bertikai lembar demi lembar
Akan selalu terpendam di liang lahat

Surabaya, 2018

Tragedi Tenggelamnya Kapal Motor

Setelah lebaran berujung duka
Kini sudah menelan korban jiwa
Setelah melanda teroris disasar oleh korban tak dikenal
Ku ujung laut berlabuh cuaca buruk
Ombak melayang sementara kau tersiksa oleh waktu

Setelah itu melalui waktu liburan penuh kejutan
Tapi kubur hampir menantimu
Semenjak terkilirnya kapal
Hubungan laut tak mendukung
Mengapa tahun ini menimpa tragedi
Setelah mengikuti dimensi hitam
Setelah ini kemana telah pergi
Tanpa sadari betapa malam tergeletak laut kedalaman yang begitu dingin
Berharap ditemukan dan segera mengubur ke liang lahat untuk selamanya
Mati akan menjemput surgamu
Tragedi Tenggelamnya akan terpajang seumur hidup

Surabaya, 2018

Pantung Berdiam Kutukan telah Datang

Di rumah Pondok Indah
Telah mengoleksi patung di tengah rumah
Tak ada menghuni sama sekali
Meski begitu kutukan akan datang jika penghuni menginap di sini
Saat tertidur patung berdiam kutukan akan menghampiri penghuni sendiri
Shock mendadak lihat asap lebam di sana
Kini mengatupkan nafas
Seakan-akan mengutuk ruh dengan kesurupan
Rasakan bila menanjak darah kepada pemangsa
Mencakar hingga darah mengais jika balas dendam tanpa disulut oleh apapun
Matilah tanpa pilihan
Kutukan tak akan terpenggal sebelum disesatkan

Surabaya, 2018

Drama Sepakbola di Rusia

Saat bertanding rekatkan tangan
Lari mengejar bola untuk mencetak gol pertama
Gawang dijaga sang kiper
Jangan renggang kasar
Tiada gunanya melebihi apa adanya
Selera mendekatkan kemenangan

Drama sepakbola di Rusia sangat sengit
Pendukung hadir di tempat untuk piala dunia
Rasa senang membuahkan kemenangan
Rasa sedih diselimuti kekalahan
Rasa dendam mengandung emosi kretek
Rasa percaya mengudang empati
Dunia akan terasa bersapa
Drama tak kemana mana

Surabaya, 2018

Rasa Pusing

Melihat keadaan susah
Merasa membilik kesalahanku di ujung tombak
Langkah benar pasti tengah masalah
Menumpuk batu pada lintas pikiranmu
Gara gara tidur makin terkilir
Usaha namun gagal

Rasa pusing membelah kepala jadi dua
Ku yakini tidak dipedulikan
Merasa meminta maaf sementara di luar dugaan sudah mengamuk di sudut kamar
Sebuah ingkar janji selalu jauh ditepati
Apa jadinya diriku makin resah
Sudahlah apa yang lakukan itu buang-buang senang
Senyum membuahkan duka
Melintah ke arah gerbang
Beban tak Henti-hentinya
Jika melepas di genggamannya

Surabaya, 2018

Masih Mengupas Tragedi

Berpuasa dengan segala kecanggihan
Sepanjang masa ia hendak berpangkal padamu
Ia tertangkap oleh musibah
Terbelenggu sepanjang masa
Harga diri sebelah tangan
Apapun terjadi tetap mengabadikanmu
meski menggempul sepanjang bahagia
Lelehkan semua kehidupan
Ketika kuburan makin dinantikan
Selamat menjemput ajalmu

Surabaya, 2018

Hendak Memeluk Surga

Memeluk bulan berempuk dengan semangatmu
Aku menunggu di balik awan
Selamat bagimu memuja bulan
Terakhir berpenggal oleh sebuah pujangga
Selalu dilayanin hujan melanda semangatmu
Apapun berjengkel dengan siapa pasti terjatuh oleh lukamu
Bermimpi bersama idola untuk hendak ke surga

Surabaya, 2018

Ketika Tragedi Terjadi

Tentu tahu makhluk hidup akan lenyap
Daerah terbuntu oleh kerusakan
Negeri sedang menangis
Ketika melihat tiba-tiba kesedihan yang amat dalam
Ilahi terus dilindungi
Melainkan Allah dimudahkan dalam batinmu

Ketika bencana datang ia menelan korban jiwa
Bila mendatangi bencana alam akan seperti menusuk hati begitu disakiti
Kedinginan menancap alam
Menelan korban lalu lenyap begitu saja
Seandainya begitu menelepon orang
Sudah dihanguskan oleh purnama
Diborong sepandangan oleh layang-layang
Lalu api menderita

Surabaya, 2018

Perempuan Tidak Peduli dengan Persahabatan

Seakan tidak peduli dengan persahabatan
Serasa membaca postingan yang tidak bisa berbalas Budi
Itu sudah tidak berjumpa selama bertahun-tahun
Kesannya menyakiti hati
Merekat sudut yang jauh melintang
Apa yang membuat rindu lagi dihanguskan
Padamkan jiwamu dan kurang menggairahkannya
Perempuan rela menikahi lelaki lain

Sedangkan persahabatan menanyakan keadaan
Lalu ia hampir mengamuk padaku
Kemudian ia sudah lama lama dikenal lalu sudah menjadi kepasrahan begitu menduga
Kadang mendekati bulan entah sudah menjelang pagi
Kita sudahi pertemuan demi pertemuan
Karena sudah mendekatkan kelumpuhan
Tidak akan memberiku petunjuk
Hanya menjalani sendiri tanpa perantara

Surabaya, 2018

Cuti Lebaran akan Segera Berakhir

Cuti lebaran akan segera berakhir
Kini sudah kembali ke kota halaman
Jalan selalu padat
Guna memasuki aktivitas kerja
Tidak ada tambahan untuk cuti
Jabatan tetap disepakati jauh jauh hari

Pagi sampai malam sudah tersua
Tidak ada menuangkan waktu untuk berwisata
Tujuh hari sudah cukup

Hari pertama hingga ketiga
Bersilaturahmi sesama saudara
Hari ketiga sampai keempat dituangkan penak dengan berwisata
Hari kelima hingga keenam hendak kembali ke ibukota
Hari ketujuh beristirahat sebelum esok hari

Lebaran akan lewat
Syawal akan terasa menyenangkan

Jember, 2018

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...