Tuesday, 11 December 2018

Meninggalkan Tulisanku di Koran edisi Kemarin

Belakangan ini tak ada manusia yang menyampaikan info lewat sosial media
Berisi muatan tulisan di koran
Hanya saja ada yang tertinggal
Karena tiada satu pun orang yang tinggal di sana menyempatkan beli koran
Tulisan yang telah dikirim berkali-kali dimuat
Email redaktur telah terbalas
Ia mengaku akan senang
Tapi sikap redaktur hanya memfasilitasi tulisan pada penulis
Sedangkan aku hanya terpajang sia-sia
Mau bagaimana lagi hanya takdir tulisan mana yang diterbitkan
Semua hanya terkelip kesibukan
Sewaktu-waktu akan menemui redaksi
Selamanya

Surabaya, 2018

Papua Berduka

Belakangan ini pekerja telah tewas
Akibat ulah kelompok kriminal bersenjata
Yang membuat kerusuhan pada jantung kota
Salah tempat yang paling rawan
Saat kejadian ketika penjahat sedang membunuh orang tanpa berdosa
Hukuman apa yang pantas untuk pembunuhan

Papua sedang membangun tol
Sudah begini meresahkan rakyat
Polisi dan tentara mengerahkan evakuasi korban sampai dapat
Lalu berlanjut berburu pelaku yang sengaja di bunuh
Drama sangat panjang
Tak begitu yakin dengan masa depan Papua
Hanya bisa menjalani hidup penuh menderita
Presiden dan segenap bangsa indonesia mendoakan agar Papua segera pulih dari kejahatan

Surabaya, 2018

Ditelan Sepanjang Hayat

Sejak menempati tempat seram
Serupa nyawa tergelincir padamu
Sebuah pengorbanan yang mencintaimu
Segenggam kasih terpisah dari waktu ke waktu
Akhirnya ku menyelami kematian
Lantaran tanah tergelusur gempa

Biasanya terpendam sepanjang hayat
Kini mengukus bumi begitu retak
Ditelan musibah
Korban jiwa melayang maut
Sampai kapan terus terang begini
Ada kah satu pun yang mengintainya

Menderita lalu mengusap matimu
Tak ada lagi suara yang menggerai selalu

Surabaya, 2018

Ku Persembahkan karena Kamu

Ku mengeluh
Ku senandung karena kamu
Ku terkenang karena kamu
Ku terlena karena kamu
Ku terusap angin karena kamu
Ku terkenal karena kamu
Ku diiringi lagu untuk kamu
Ku mengucapkan semua yang disampaikan untuk kamu yang begitu terpesona

Surabaya, 2018

Kaleidoskop 2018

Sekarang sudah memasuki tahun terakhir
Belakangan ini terjadi sepanjang masa
Diantaranya duka yang mendalam pada dunia tanah air
Korupsi melejit penjabat daerah
Menangkap suap dan gratifikasi

Kapal motor telah menenggelamkan korban jiwa
Bangkai kapal rusak total
Akibat kelebihan muatan
Daripada mudik dengan transportasi tanpa izin dari pemerintah
Ini ulah jasa transportasi dinilai kurang memadai
Dan tidak layak dioperasikan

Gempa bumi menimpa Lombok
Bangunan keseluruhan telah runtuh
Entah kemana masa depan Lombok
Hanya menunggu doa untuk segera pulih

Infrastruktur runtuh akibat banjir bandang
Angin puting beliung menerbangi atap dan beban begitu kuat
Sopir ugal-ugalan hingga berujung nyawa tak tertolong pada korban
Dua ribu delapan belas sebuah duka yang terparah sepanjang tahun
Takdir Allah memberikan perlindungan padamu

Surabaya, 2018

Sunday, 2 December 2018

Belenggu pada Serpihan Memori

Memori hilang begitu saja
Setiap bulan menyimpan data untuk dikenang
Tapi menghilang sekian waktu terakhir
Entah tergenggam oleh nalarku
Belantara diantara senyaman kian hilang

Hanya pujangga mengerti tentang memori
Hidup atau mati diukur waktu ke waktu
Sang pengingat akan diangkat oleh pustaka

Surabaya, 2018

Wednesday, 14 November 2018

Semalam Suntuk Di Kota

Kejar pasrah bersimpangan pada waktu
Meski begitu belum pulang ke rumah
Betah persimpangan jalan raya
Mengudara di kota
Yakini rindu sebutir cerita malam hari
Bersebrangan hati melulu

Sedikit demi sedikit
Mengundang tengah malam
Seembun angin diterbangi kesunyian
Siapa pun menjadi kamu
Maka aku akan mengejar malam hingga pagi
Terlelap oleh tidur
Semalam di kota terasa seru

Surabaya, 2018

Mengenyam Jenazah

Setelah jatuhnya pesawat di perairan
Mengisahkan kematian pada tengah perjalanan
Setiap berpergian selalu pamit
Mengenyam jenazah diciumi oleh segenggam cerita bersama keluarga
Sayang sudah pergi dulu diterjang kematian

Ku tatap oleh takdir
Saat mengucap kata-kata terakhir untuk keluarga
Akan menetes keikhlasan perginya sang kekasih
Mengucap selamat tinggal kepada buah hatinya

Semoga dikenang sepanjang masa
Karir hanya diusap sepanjang hayat

Surabaya, 2018

Belenggu Perasaan

Mengutip sebuah kisah
Makin tebar kalbu akan makin pesona
Sepenggal desa melewati tanjakan
Tinggal tersenyum di sana
Membawa sirna nantikan oleh keajaiban

Terhenti sebuah pangkuan purnama
Menyatu untuk kebersamaan
Kembalikan perasaan selama ini menyakiti orang
Jangan merusak keabadian hidup dan sengsara yang mengotori kebaikanmu
Hidup seumur hidup tapi dipanjatkan sebuah keterbatasan
Bisa memilah antara kau dengan sepening rindu begitu kelam
Elegi akan dipajang ketika mati

Surabaya, 2018

Tuesday, 6 November 2018

Elegi Pesawat Jatuh di Laut

Pesawat jatuh di perairan
Sudah menduga akibat kecepatan kian tinggi
Membawa seratus delapan puluh penumpang
Berangkat sejak pagi hari
Mendadak jatuh lalu petugas berburu korban
Kotak hitam kini menemukan serta mengunduh investigasi
Elegi jatuhnya pesawat lantas membawa musibah
Mengisahkan tanda tanya
Misteri belum terungkap terhadap musibah jatuhnya pesawat
Seperti mengundang tangisan kian menyelimuti kepergian

Musibah terjadi tanpa sebab yang jelas
Meraup mimpi dihembuskan nafas terakhir
Apa ini sudah menjadi tahun musibah setelah menelan korban jiwa di tiap daerah
Awalnya sudah mendekati penderitaan
Sedihnya merona sudah seharusnya mendiami malam
Selama dua puluh empat jam mencari jenazah
Seperti tenggelam kapal motor berusaha semaksimal mungkin
Hanya saja sudah pasrah menemukan korban dari setengah jumlah penumpang

Surabaya, 2018

Wednesday, 24 October 2018

Ruang Batas

Dihuni ruangan sempit
Dibarengi orang yang sedang tidur
Sediakan waktu untuk tidur
Dengan seadanya
Pegal memikirkan ruang luas
Tanpa membutuhkan uang yang kian besar
Ruang Batas semacam manusia yang sedang sakit

Surabaya, 2018

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...