Blog ini mengambarkan isi suasana dunia semakin senang dan kadang sedih. Sejujurnya puisi dan prosa mengoptimalkan gambar fisik maupun alam sekitar. Langit dan Bumi menciptakan kepada tuhan yang maha pencipta. Penulis di tengah disabilitas membuat lingkaran terhadap dunia serasa terisi dan akherat akan mengingat cerita selama hidup. Akhirnya karya akan ku sampaikan untuk selamanya
Sunday, 25 December 2016
My Super Camp I
Wednesday, 21 December 2016
Ibunda Kilau Sang Surya
Ibunda Kilau Sang Surya
Mengasihi penuh pelukan
Terbesung suatu bunga
Mengagumi keajaiban
Bentang purnama memudahkan ridho
Semu tertembus sepanjang waktu
Sungguh teringat pada masa lalu
Walau perbedaan dari kasih tuhan
Matahari memanjatkan pagi
Berangkat menuju sekolah
Saling berpamitan pada Ibu
Bagaikan sang Surya
Menyinari dunia
Surabaya, 21 Desember 2016
Cepatlah Pulang
Cepatlah Pulang
Lirik lagu
Yang pernah dengar oleh penyanyi
Direndamkan cinta sepotong kue
Senja akan bersedih
Cepatlah pulang
Cepat kembali jangan pergi lagi
Ku ingin kamu
Terpisah dari pangkuan tangan
Firasat ingin kau tahu
Terlena pada lirik lagu
Tidak berhenti dari sajak
Mengoda setiap hati tertembun
Hanya tertajuk pada dirimu
Mengayomi lembaran yang lama tersimpan
Pulang tanpa cerita
Sekali ucap tetap taat
Sampai di sana penuh jenuh
Surabaya, 21 Desember 2016
A
A
Arah tersemu dari utara
Arungi samudra bersama langit biru membara laut
Antara cerita penuh perbedaan
Alangkah indah selembut sajak dari tisu
Ambillah hidayah dari engkau
Apa yang kita lakukan
Alirkan ke penjuru nusantara
Anggun subur pada pohon
Arti dari impian dan mimpi
Ampunilah dari segala ancaman
Alam begitu terpendam
Allah selalu menganugrahi rasa syukur
Angkatan tetap kokoh dan terasa
Surabaya, 21 Desember 2016
Tuesday, 20 December 2016
Dimensi Waktu
(4)
Nasiblah pada perjalanan
Kadang lupa selampir tugas
Meninta pena ku membantu
Mengindera panca berubah jadi keriput
Sajak hanya memainkan kata
Entah waktu yang berhenti
Jika engkau wafat
Sungguh disayangkan oleh perempuan manis
Berlampui batas
Hidup hanya sementara
Tetapi akherat terus menerus
Hingga selamanya tanpa berhubungan
Tuhan tak pasti membedakan
Melaknati maksiat
Mau apa lagi
Sakit penuh mendenyut
Kiamat menyambut sakaratul maut
(5)
Sehimpun adapun
Mengoles arang ke resapan api
Merenung setiap keruntuhan
Mengetar jiwa yang lukai hati
Justru bernasehat selalu tidak mau
Malam senggan terjadi
Preman berkeliaran dimana-mana
Sepenuk-penuk walau terlintas batang juri
Tidak enak ku sempatkan
Pagi hingga malam
Gumparan otak sering terbentur
Lalu terlihat pasrah
Ku adili tuhan yang maha tinggi
Selapis kafan yang mengikat
Tetapi jangan berbaring
Bangun lalu bangkit
Meski terbiasa lagi
Jangan mengikuti mereka
Tentu menumpaskan segala cara
Surabaya, 15 Desember 2016
Cinta Tanah Air
Cinta Muhammad
Cinta Allah
(Bukan) Aliran Sesat
Masa Suram
Ibu Serba Gembira
Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada
Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...
-
Malam Terakhir di Masjid Nasional Al-Akbar Inilah engkau berpisah di malam Ramadhan penuh segala cobaan Jamaah di sini menikmati tidur sep...
-
Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...