Friday, 30 June 2017

Tak Betah Diri

Siapakah aneka jiwamu
Tahan hidup memendam rasa
Tidak sekedar rasa
Mungkin sisa waktu mengejar cinta
Pecah kaca cermin
Hancurkan pikiranmu
Mungkin merakus darahmu
Pastikan petir tersambar
Seperti bakar jiwamu

Jember, 27 Juni 2017

Ciuman Terakhir

Pesan cinta yang terakhir
Sebelum meninggalkanmu
Bukan hanya pergi
Tak lepas kembali suci
Kini meninggalkan segala duka
Serasa dunia begitu cepat waktu
Cium terakhir untuk mengungkapkan cintamu

Jember, 28 Juni 2017

Pasca Mudik Berujung Duka

Mudik telah kembali di kampung halaman
Sayang ditengah nyawa tak tertolong
Membuat manusia makin tragis
Inilah duka cita
Atas menyungguh luka
Dan matinya organ tubuh
Mungkin menjadi penanda terakhir
Sebelum mengucap selamat tinggal
Ditengah perjalanan menuju kota tujuan

Jember, 27 Juni 2017

Thursday, 29 June 2017

Diendap Seribu Ego

Diendap seribu ego
Beragam perasaan di tiap daerah
Memanggung jiwa di belenggu
Ucap sejuta kalimat
Mengerut hati serta batinmu
Di dapatkan ketika hari akhirmu

Jember, 27 Juni 2017

Liburan ke Kebun Binatang

Padatnya pintu masuk
Tiba di kebun binatang
Dipadati pengunjung dari ujung sana
Berbondong-bondong disaksikan binatang yang sedang menghibur pengunjung
Di dalam kandang tak mau berfoto bersama
Sentuh tubuh hewan namun tak boleh mengganggu
Jika sentuh keras tanggung resiko pengunjung

Sampah berserakan
Kuah melumuri tanah
Asap rokok merabat kemana-mana
Serba kacau dibuat kegaduhan

Kebun binatang bukan tempat piknik
Hal lainnya kebun milik lingkungan
Binatang dihibur lalu seusai dari sini rasanya disayangi satwa

Jember, 28 Juni 2017

Bermain Hati

: Nora Nur Hasanah

Sentuh udara dimatamu
Ketuk pintu angin mencium wangi
Tiup aroma bunga mawar
Serap hatimu senyap terbang di angkasa
Tak bisa kemana-kemana
Kecuali kamu memujamu
Kepada pujangga hati
Tak akan pergi
Sebelum menoleh halusan hatimu

Jember, 27 Juni 2017

Lebarkan Gamismu

: Dinny Ramayani

Lebarkan kain gamis
Seperti lavender mengayup di udara
Wangi aroma tercium indah
Bagai bunga menabur sejuta warna
Tergemis taman begitu redup
Memesona cantikmu
Kian mengipas kainmu

Jember, 27 Juni 2017

Monday, 26 June 2017

Cahaya Cinta Pesantren

: Kepada Ira Madan

Diawali ketika aku belajar di Pesantren
Meski latar belakang ditengah kemiskinan
Orang tua memperjuangkanmu
Pertama-tama bersapa dengan kawanmu
Andaikan rasa persaudaraan
Rasanya ilmu sedikit sulit dibayangkan
Karena ulahmu
Lama-kelamaan terbiasa
Setiap termenung pada minat dan bakat
Pura-pura jatuh cinta

Cahaya subuh diukir dalam sebaris sujud
Tanpa disangka cinta semanis surat
Menuliskan di pucuk pemikiranmu
Dimuat pada sebuah majalahnya
Akhirnya ku tahu menceritakan melalui novel
Tentang perjalanan cinta di pesantren
Diterbitkan sebuah buku
Rasa persaudaraan telah kembali
Bersama canda tawa bersiung ceria

Jember, 26 Juni 2017

Sang Penyair Teladan

Mengisahkan perjalanan sang penyair
Dari puisi ditulis selama setahun
Melejit di media
Bahu-membahu mengirim puluhan puisi
Surat pengantar redaksi terbang di suatu daerah
Keluar rumah sambil membawa puisi
Dengarkan puisi dari perahu ke perahu
Lirik demi lirik dikumadangkan melalui berbagai syahdu

Chairil Anwar
Sapardi Djoko Damono
Rendra
Aan Mansyur
Dee Lestari
Dan seterusnya

Puisi pembawa inspirasi
Andaikan sang pencerah mewarnai keakraban
Bersamamu hingga akhir waktu

Jember, 26 Juni 2017

Lelap Keriuhan

Bangkit dari tidurku
Sayang ditengah kesakitan
Lutut hendak keseleo
Sambil beriuh kelumpuhan
Tiada pulih sebelum mati
Telah memusar tanganmu
Sekecil harapan tetap terbaik

Jember, 26 Juni 2017

Mentari

Matahari dipancar pagi
Diawali sinar panas
Menjemur berbagai pakaian
Dicium kain wangi
Meski tengah bekerja
Kulit berkeringat setiap saat
Andaikan lelah merayup dirimu
Sirami air panas memancar hangat

Jember, 27 Juni 2017

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...