Angin Cahaya
Kepada : Rizqi Maulida
Angin bersimpuh namamu
Setiap meniup dari awan tak berhenti
Melangkah demi langkah terus ku jalani
Awali hari menyebut sepetik doa
Angin tak menemani lagi setiap saat
Setiap waktu akan terjadi bila hati terasa nangis
Tangisan air mata tak akan pergi
Pelukkan kawan mengiringi melodi nada segar
Hanya awan putih menemani langit birumu
Pelangi setitik air sungai
Mengejar kawan sedang berlari
Hingga tak sanggup engkau canda tawa
Sebutir air mutiara mengeluskan cahaya
Angin terlepas dari titik cahaya
Cantik sinari bunga putih penuh bermahkota
Surabaya, 1 Agustus 2016
No comments:
Post a Comment