Tuesday, 16 August 2016

Lumajang Malam Dingin

Lumajang Malam Dingin
Untuk : Fauziyah Rachmawati
Gucialit sebagai Surganya daun teh
Malam mulia terembus jalan gelap
Engkau melihat malam penuh dingin
Tubuh mulai tergigil oleh kalbu
Senandung tulisan terluas dari jauh
Bila menginspirasi dari mimpi
Menyuarakan demi kebaikan
Hangatkan Suara dari hati ke hati

Tuhan akan mempercayaimu sahabat
Suatu saat nanti Engkau akan berjalan
Demi jejak kaki tak terinjak manusia lain
Hanya perempuan yang tahu atas segalanya


Luamajang, 13 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...