Mimpi dari Kota Lumajang
Lumajang desa terpencil
Sunyi ditinggal orang
Lagu dari alam sebelah
Bagaikan pagi hari menyinari nafas dingin
Dentumkan laut biru membisikkan gembira
Tidak akan tersembunyi oleh waktu
Sudahkah engkau menjalani kaki dari tanah
gunung
Tanah tak termusnahkan dari gempa bumi
Kecuali bila tiada
Maka engkau mengulang kembali
Masa cerah begitu senang di mata
Jiwa raga desa tersebelahan oleh kaki ini
Inilah di sebut perjalanan penuh tulisan
Lumajang, 13
Agustus 2016
No comments:
Post a Comment