Monday, 5 December 2016

Ramai Di Ujung Sepi

Ramai Di Ujung Sepi

Betapa pandangan
Begitu perbedaan
Dengan selaras serdadu melodi
Ramai di puncak manusia
Sepi menyetujui kekosongan
Senyap pagi siang mengerungi matahari
Mengintai pelita
Terhadap matahari
Berjumpa dengan perahu kota
Tidak hanya rel abadi

Sejatinya merekat di terumbung batu
Di tengah gerah menetes di kulit
Menembus tinta begitu pekat
Senandung serjang
Merinai berbinar-binar
Berlian meringgut sekujur hampa

Blitar, 4 Desember 2016

No comments:

Post a Comment

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...