Gucialit Di Terjang Hujan
Lumajang desaku
Hujan setitik air jatuh dari tanah
Sunyi masih meresap
Redupan angin bercampur dengan gelisah
Sedih tiada pungkiri
Berlari lalu basahlah kainnya
Kemundian meringgap ke tanah
Bila manusia telah menunggu
Orang berkata jangan menunggu lama
Seakan-akan akan pasti sempit waktumu
Kini tak menyempurnakan terang dari kumpulan air
Ini arti yang sesungguhnya
Lumajang, 13 Agustus 2016
No comments:
Post a Comment