Monday, 15 August 2016

Naik ke Puncak Gunung

Naik ke Puncak Gunung

Berjalan di atas pemukiman
Sungai bergerai deras
Menggentar tanah yang gersah
Ku pangkatmu menimpa nasib
Berjalan di atas kilometer
Sungguh cinta tak terlupakan oleh segalanya
Lelah atau kuat membuatku hingga puncak

Beratap gunung mengoles kabut dingin
Serupa petik daun tumbuh esok hari
Turun melewati terjun setumpuk daun
Tidak berdetas oleh hati tanpa melempuh
Lihat teras dari kota ke kota

Lumajang, 13 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...