Si Gadis Mawar
: Nurul Fitriani Winarsih
Ketika pagi
Ia memucuk bunga harum
menyerupai bunga mawar
Ku persembahkan kepada perempuan
Tampil cantik dan pesona
Pergi ke suatu tempat
Aku pun bersapa pada gadis
"Wahai Gadis mawar!"
Si gadis menatapmu begitu menawan
Lalu berdekat pada gadis
Selagi lelaki berbicara kepada dia
"Maukah kamu memberikan sesuatu"
"Iya. Apa itu?" Jawab Dia kebingungan
"Persembahkan hadiah untukmu. Buka hadiah ketika aku pergi"
Hati melekat
Hadiah telah di bawa gadis anggun
Aku tidak bisa lama-lama lagi
Segera untuk pergi
Di malam hari
Gadis heran hadiah
Yang diberikan sebelumnya
Langsung membuka hadiah
Dengan wajah cemas
Rupanya ada bunga mawar
Sekaligus pesan untuk dia
Aku tak sengaja menggodaimu
Atas gangguan bernilai tinggi darah
Mengacaukan yang besar
Betapa hubungan tidak harmonis
Segapai gelas menghidupi cahaya
Bangkitlah sajak romantis
Ku lengket seperti lem
Mendiami berdua
Tak kenal putus
Seraya dengan kehidupan
Ajaiblah bunga merah
Campuran warna mawar
Tiada guna sekadar darah
Demikianlah ku tulis
Isi daripada hidup apa adanya
Menangisi lembaran di wajah
Lalu menerima kasih
Tersentuh hati yang tulus
Melengkatian diri kepada allah
Surabaya, 10 Desember 2016
No comments:
Post a Comment