Wednesday, 3 August 2016

Kertas benci Tetes Hujan

Kertas benci Tetes Hujan
Kertas menyimpan di dalam tas kesayanganmu
Ia terfikir suatu nanti ada hujan yang akan membasahi itu
Takut terambisi nyawa tulisan
Dari waktu terus terjadi mengemparkan awan hitam
Angin meniup kertas layangkan tak menutupi bebatuan

Mata tak bisa melihat jelas
Saat hujan datang keras mengotori tanah akan melembeknya
Ambil secara percuma lalu menyesal
Tiada lagi bisa memperbaharui
selagi kering hanya mengenang air

Sungguh tak terbungkam jarum jam
Terlambat dan selamanya


Surabaya, 1 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...