Kertas benci Tetes Hujan
Kertas menyimpan di dalam tas kesayanganmu
Ia terfikir suatu nanti ada hujan yang
akan membasahi itu
Takut terambisi nyawa tulisan
Dari waktu terus terjadi mengemparkan awan
hitam
Angin meniup kertas layangkan tak menutupi
bebatuan
Mata tak bisa melihat jelas
Saat hujan datang keras mengotori tanah
akan melembeknya
Ambil secara percuma lalu menyesal
Tiada lagi bisa memperbaharui
selagi kering hanya mengenang air
Sungguh tak terbungkam jarum jam
Terlambat dan selamanya
Surabaya, 1
Agustus 2016
No comments:
Post a Comment