Intisari Waktu
Pagi menyambut dari bangun tidurku
Fajar shubuh mengapai pahala dunia
Bagai membuka payung tinggi setinggi
masjidil haram
Bersujud lalu memohon kepada pengampunan
segala dosa
Siang terus terik menetes keringat di
wajahmu
Terik matahari menyambut kelelahan
Berjalan mengiringi lagu keramaian
Senja terbenam oleh matahari
Angin membawaku awan terbinar-binar
malaikatmu
Malam hari kembali ke rumahnya
Tanpa menerus waktu mengampiri jalan lurus
Tuhan selalu memberi kemudahan pada esok
hari
Surabaya, 5
Agustus 2016
No comments:
Post a Comment