Saturday, 6 August 2016

Intisari Waktu

Intisari Waktu
Pagi menyambut dari bangun tidurku
Fajar shubuh mengapai pahala dunia
Bagai membuka payung tinggi setinggi masjidil haram
Bersujud lalu memohon kepada pengampunan segala dosa
Siang terus terik menetes keringat di wajahmu
Terik matahari menyambut kelelahan

Berjalan mengiringi lagu keramaian
Senja terbenam oleh matahari
Angin membawaku awan terbinar-binar malaikatmu
Malam hari kembali ke rumahnya
Tanpa menerus waktu mengampiri jalan lurus
Tuhan selalu memberi kemudahan pada esok hari


Surabaya, 5 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...