Pemuda kepada yang Terhormat
Ia menyangka
judul semakin luncur tanda tanya
Pemuda dibilang
dari yang terhormat
Karena tidak
meski melihat manusia atasan
Pangkat tak jauh
dari biasa
Ruangan hitam
mengungkapkan kerahasiaan
Tuhan semakin
mempertimbangkan
Menunduh sekedar
perasaan belaka
Memang mengaku
tugas terus membebani pekerjaannya
Pasti melihat
wajah murung dari kekalahan
Kegagalan resiko
terhadap makna moral
Penjamkan mata
lalu apa yang sebenarnya lakukan?
Menyedot aurora
terbusung hati
Ini malam penuh
renungan
Andaikan itu
terbangunkan oleh mata
Segera ku jalani
apa dayanya
Jika sesudah
dari tempat ini
Surabaya,
6 Agustus 2016
No comments:
Post a Comment