Saturday, 6 August 2016

Pemuda kepada yang Terhormat

Pemuda kepada yang Terhormat
Ia menyangka judul semakin luncur tanda tanya
Pemuda dibilang dari yang terhormat
Karena tidak meski melihat manusia atasan
Pangkat tak jauh dari biasa
Ruangan hitam mengungkapkan kerahasiaan
Tuhan semakin mempertimbangkan

Menunduh sekedar perasaan belaka
Memang mengaku tugas terus membebani pekerjaannya
Pasti melihat wajah murung dari kekalahan
Kegagalan resiko terhadap makna moral
Penjamkan mata lalu apa yang sebenarnya lakukan?
Menyedot aurora terbusung hati

Ini malam penuh renungan
Andaikan itu terbangunkan oleh mata
Segera ku jalani apa dayanya
Jika sesudah dari tempat ini


Surabaya, 6 Agustus 2016

No comments:

Post a Comment

Pemuda Pulang Kampung walau Orang Tua Tiada

Pemuda itu berjalan, langkahnya berat dan lesu, Di kota besar, dia mencari pekerjaan, namun tak kunjung berhasil, Hatinya penuh kekecewaan, ...